Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Inflasi Zona Euro Naik Menjadi 2,6% pada Bulan Juli, Melebihi Ekspektasi

Inflasi utama di zona euro secara tak terduga naik menjadi 2,6% pada bulan Juli, menurut badan statistik Uni Eropa pada hari Rabu (31/7). Pada bulan Juni, inflasi mencapai 2,5%, sedikit menurun dari 2,6% pada bulan Mei. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan angka utama untuk bulan Juli tidak akan berubah dari angka bulan Juni sebesar 2,5%. Inflasi inti, yang tidak termasuk harga energi, makanan, alkohol, dan tembakau yang lebih fluktuatif, mencapai 2,9% pada bulan Juli, dibandingkan dengan estimasi Reuters sebesar 2,8%. Angka tersebut dibandingkan dengan angka inti sebesar 2,9% pada bulan Juni. Tingkat inflasi tersebut muncul hanya sehari setelah rilis produk domestik bruto kuartal kedua zona tersebut, yang menurut kantor statistik Uni Eropa tumbuh 0,3% dalam tiga bulan hingga akhir Juni. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan 0,2% yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters, dan bahkan terjadi ketika ekonomi terbesar zona euro, Jerman, melaporkan kontra...

Saham Eropa Naik Saat Pekan Penting Bank Sentral Dimulai

Saham Eropa naik pada perdagangan awal seiring para investor bersiap menghadapi minggu yang penuh dengan pertemuan bank sentral yang sangat dinanti-nantikan dan banyaknya laporan laba baru. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,4% pada pukul 8:07 pagi di London, dengan 17 dari 20 kelompok industri berada di wilayah positif. Saham Royal Philips NV melonjak sebanyak 9,1% setelah penerimaan pesanan pembuat peralatan medis Belanda itu naik untuk pertama kalinya dalam dua tahun, dengan masalah yang terkait dengan mesin sleep apnea yang rusak mereda. Sementara itu, saham Heineken NV anjlok 6,3%. Pembuat bir itu mengalami penurunan nilai satu kali sebesar €874 juta karena penurunan valuasi sahamnya di pembuat bir terbesar di China. Minggu lalu menandai periode tersibuk untuk laporan laba kuartal kedua. Fokus minggu ini beralih ke perusahaan teknologi besar di AS, dengan Apple Inc., Amazon.com Inc. dan Microsoft Corp. yang akan melaporkan. Indeks Nasdaq 100 yang sarat teknologi telah jatuh selama t...

Harga Komoditas Hari Ini, 25 Juli 2024: Emas Variatif, Batu Bara Hijau, CPO Loyo

  Pergerakan Harga Emas Harga emas pada perdagangan Kamis, 25 Juli 2024 menunjukkan arah yang bervariatif. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot menguat 0,08% menjadi US$2.399,71 per troy ounce pada pukul 06.53 WIB. Namun, harga emas Comex kontrak Desember 2024 justru melemah 0,68% ke level US$2.447,20 per troy ounce pada pukul 06.41 WIB. Faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga emas ini adalah melemahnya dolar AS serta fokus investor pada data ekonomi Amerika Serikat. "Pandangan jangka menengah hingga panjang untuk emas masih tetap mendukung karena adanya dua kali pemotongan suku bunga tahun ini yang dimulai sejak September," jelas Soni Kumari, ahli strategi komoditas ANZ. Kenaikan Harga Batu Bara Harga batu bara menunjukkan performa yang mengesankan dengan kenaikan pada kontrak Juli 2024 di ICE Newcastle sebesar 0,04% menjadi 134,75 USD per metrik ton pada penutupan perdagangan Rabu (24/7). Kontrak Agustus 2024 juga mengalami kenaikan yang lebih signifikan sebe...

Joe Biden Mundur dari Pilpres AS, Harga Emas Langsung Naik!

  Peristiwa Mengejutkan: Joe Biden Mundur dari Pilpres AS Joe Biden, Presiden Amerika Serikat, membuat pengumuman mengejutkan pada Minggu malam (21/7/2024), bahwa dirinya akan mundur dari pencalonan Pilpres AS 2024. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui akun Twitter resminya, Biden menyatakan keputusan ini adalah yang terbaik demi dirinya dan partai politiknya. Keputusan Biden untuk tidak melanjutkan pencalonan ini menggegerkan pasar global, termasuk pasar emas. Meningkatnya Minat Terhadap Emas Sebagai Safe Haven Keputusan Biden Meningkatkan Harga Emas Harga emas tercatat naik signifikan menyusul pengumuman mendadak tersebut. Berdasarkan data dari Bloomberg, pada perdagangan Senin (22/7/2024), harga emas di pasar spot naik 0,34% menjadi US$2.408,92 per troy ounce pada pukul 07.26 WIB. Selain itu, harga emas Comex untuk kontrak Desember 2024 juga menguat 0,49% menjadi US$2.458,80 per troy ounce pada pukul 07.16 WIB. Mengapa Harga Emas Naik? Ketidakpastian politik yang ditimbu...

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Terjun Bebas di Tengah Ketegangan Perdagangan AS-China yang Memanas

Kebijakan baru Amerika Serikat yang memperketat barang impor dari China telah memicu gejolak di pasar saham global. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami koreksi signifikan pada perdagangan Rabu lalu, yang dipicu oleh penurunan saham-saham teknologi dan microchip. Apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita selami lebih jauh kejadian ini. Latar Belakang Ketegangan Perdagangan Langkah terbaru pemerintahan Biden untuk memperketat perdagangan dengan China telah menciptakan ketidakpastian di pasar. Pengumuman ini menambah bahan bakar pada ketegangan perdagangan yang sudah membara antara dua negara raksasa ekonomi ini. Ancaman pembatasan perdagangan yang lebih ketat menyebabkan saham-saham perusahaan teknologi, terutama yang bergerak di bidang microchip, jatuh cukup tajam. Dampak Langsung pada Pasar Saham S&P 500 dan Nasdaq : Kedua indeks utama ini mengalami penurunan drastis. S&P 500 anjlok sebesar 1,39%, sementara Nasdaq merosot hingga 2,77%. Sektor teknologi dan layanan komunikasi m...

Kondisi Harga Komoditas Hari Ini (16/7): Emas Melemah, Batu Bara dan CPO Menguat

  Mengawali Perhatian: Apa yang Terjadi di Pasar Komoditas Hari Ini? Pada perdagangan Selasa (16 Juli 2024), pasar komoditas menunjukkan pergerakan menarik dengan harga emas yang melemah sementara harga batu bara dan crude palm oil (CPO) menunjukkan penguatan yang solid. Ini menandakan dinamika pasar yang terus berubah dan bergantung pada berbagai faktor ekonomi global. Menarik Minat: Penurunan Harga Emas di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Harga emas, yang dikenal sebagai aset safe haven, terpantau melemah sebesar 0,02% ke level US$2.421,81 per troy ounce di pasar spot pada pukul 06.46 WIB. Kontrak Agustus 2024 di Comex juga turun 0,10% ke US$2.426,50 per troy ounce. Penurunan ini dipengaruhi oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada September 2024. Sementara emas sebelumnya telah mendapat dorongan naik dari data inflasi AS yang lebih rendah, pengurangan pembelian oleh China turut menekan harga. Menyemangati Keinginan: Prospek Penguatan Bat...

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Bos The Fed Picu Spekulasi

  Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan melanjutkan penguatan pada Kamis (11/7/2024). Mata uang rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan perkiraan rentang Rp16.190 hingga Rp16.280 per dolar AS. Peningkatan Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) melaporkan pada Juni 2024, kinerja penjualan eceran diperkirakan meningkat baik secara tahunan maupun bulanan. Kondisi tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2024 yang tercatat 232,8 atau secara tahunan tumbuh 4,4% year-on-year (YoY), meningkat dari 2,1% YoY pada April 2024. Meningkatnya penjualan eceran didorong oleh kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya sebesar 0,8% YoY, sub kelompok sandang 5,6% YoY, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau 5,1% secara tahunan. Komentar Ketua The Fed Sementara itu, komentar Ketua The Fed Jerome Powell memicu spekulasi terkait kapan bank sentral memangkas suku bunga, setelah adanya perlambatan pasar tenaga ker...

Menilik Prospek Bitcoin: Sentimen Kasus Mt. Gox hingga Kesaksian Ketua The Fed

Bitcoin, sebagai salah satu aset kripto paling terkenal, kerap menjadi sorotan dalam dunia investasi. Namun, perjalanan harga Bitcoin tidak selalu mulus. Beberapa waktu lalu, harga Bitcoin sempat tergelincir akibat kekhawatiran seputar kasus Mt. Gox dan kesaksian Ketua The Fed, Jerome Powell. Artikel ini akan menelusuri lebih jauh dampak sentimen tersebut terhadap prospek harga Bitcoin. Sentimen Kasus Mt. Gox Latar Belakang Mt. Gox Mt. Gox, salah satu bursa Bitcoin terbesar, mengalami kebangkrutan satu dekade lalu setelah diretas. Kasus ini menyoroti risiko keamanan dalam dunia kripto, yang mengakibatkan hilangnya kepercayaan investor. Baru-baru ini, proses pengembalian sekitar US$8 miliar Bitcoin kepada kreditor Mt. Gox kembali mencuat, menimbulkan kekhawatiran akan potensi masuknya pasokan Bitcoin yang signifikan ke pasar. Dampak Terhadap Pasar Kekhawatiran bahwa kreditor akan menjual Bitcoin mereka segera setelah menerima pengembalian menyebabkan penurunan harga Bitcoin. Pada Senin ...