Minyak mentah dunia kembali mencatat kenaikan kuat untuk hari ketiga berturut-turut dalam perdagangan Asia, memperkuat tren bullish yang didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan harga yang signifikan ini mencerminkan bagaimana risiko geopolitik kini menjadi faktor dominan dalam memengaruhi harga minyak, bahkan mengatasi tekanan fundamental seperti data stok dan kondisi ekonomi global. Patokan global Brent crude terus menguat dengan lonjakan lebih dari 1,5%, bergerak mendekati level USD 69–70 per barel setelah tiga hari berturut-turut naik. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengikuti tren positif dengan peningkatan hampir 1,7% di sesi perdagangan terbaru, membawa kedua kontrak ke level tertinggi sejak akhir September. Pergerakan ini menggambarkan ekspektasi pasar akan potensi gangguan pada pasokan minyak dari Timur Tengah jika konflik antara AS dan ...