Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Saham Eropa Melemah, Sentimen Tertekan oleh Pembatasan Nvidia dan Laporan ASML

  Pasar saham Eropa dibuka melemah pada Rabu (16/4) seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak pembatasan ekspor yang diberlakukan oleh pemerintah AS terhadap Nvidia Corp., serta laporan pesanan kuartal pertama ASML Holding NV yang jauh dari ekspektasi. Langkah ini menandai eskalasi terbaru dalam perang teknologi antara Washington dan Beijing, dan langsung memukul sektor teknologi di bursa Eropa. Indeks Stoxx Europe 600 tercatat turun 0,9% pada pukul 08.15 waktu London, mematahkan tren kenaikan selama dua hari berturut-turut. Penurunan ini dipimpin oleh sektor teknologi, yang menjadi korban utama sentimen negatif menyusul larangan penjualan chip H20 buatan Nvidia ke China. Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari strategi Presiden Donald Trump untuk membatasi akses Tiongkok terhadap teknologi canggih buatan AS. Saham ASML Holding NV, salah satu raksasa industri semikonduktor Eropa, tertekan tajam dan sempat jatuh hingga 7,6% setelah melaporkan angka pemesanan kuart...

Dolar AS Merosot ke Level Terendah Tahun Ini di Tengah Ketidakpastian Tarif Perdagangan

  Nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali melemah untuk hari kelima berturut-turut pada Senin (14/4), tertekan oleh ketidakpastian kebijakan tarif yang terus berlanjut di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Meskipun sempat ada penangguhan tarif atas produk teknologi tertentu, pelaku pasar tetap skeptis terhadap arah kebijakan yang inkonsisten, apalagi setelah Trump sendiri menepis anggapan bahwa produk teknologi telah benar-benar dikecualikan. Bloomberg Dollar Spot Index turun hingga 0,4% dalam sesi perdagangan hari itu, melanjutkan penurunan mingguan sebesar 2,4% yang terjadi pekan lalu. Secara keseluruhan, indeks ini telah melemah hampir 6% sepanjang tahun berjalan, menyentuh posisi terendah sejak Oktober tahun lalu. Sentimen negatif terhadap dolar kian menguat seiring meningkatnya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi AS dan tekanan berkelanjutan dari ketegangan perdagangan dengan Tiongkok. Trump dalam pernyataannya melalui media sosial menegaskan bahwa semua produk teta...

Saham Jepang Melejit Usai Trump Bekukan Kenaikan Tarif Selama 90 Hari

 Bursa saham Jepang melonjak tajam pada Kamis, mengikuti reli global yang dipicu oleh keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangguhkan penerapan tarif impor baru selama 90 hari. Langkah ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi perlambatan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global yang lebih tajam. Indeks utama Nikkei 225 melesat 9,04% atau naik 2.867,76 poin, dan ditutup pada level 34.581,79—kenaikan harian terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Euforia investor terlihat jelas di seluruh sektor, terutama pada saham-saham industri, teknologi, dan otomotif yang sebelumnya terpukul oleh ketegangan perdagangan. Gedung Putih dalam pernyataannya menegaskan bahwa sementara tarif 10% untuk hampir seluruh impor tetap diberlakukan, tarif tambahan yang lebih tinggi yang diumumkan awal pekan ini akan dibekukan selama tiga bulan ke depan. Namun demikian, bea masuk yang sudah ada untuk produk mobil, baja, dan aluminium tidak mengalami perubahan. Di sisi lain, hubunga...