Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Harga Emas Bertahan Dekat Rekor Tertinggi di Tengah Ketidakpastian Pasar

  Harga emas (XAU/USD) mengalami sedikit kenaikan selama sesi perdagangan Asia pada Senin, dengan minat beli yang kembali muncul setelah penurunan tipis. Namun, logam mulia ini tetap bergerak dalam kisaran yang sempit, mendekati level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pekan lalu. Ketidakpastian terkait kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump dan dampaknya terhadap perekonomian global, ditambah dengan meningkatnya sentimen penghindaran risiko di pasar, terus menjadi faktor pendukung bagi emas sebagai aset safe-haven. Selain itu, ketegangan geopolitik yang masih berlanjut serta pelemahan Dolar AS (USD) menjadi faktor lain yang memperkuat daya tarik emas. Mata uang AS tertekan oleh ekspektasi pasar bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan mulai menyesuaikan kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang. Namun, prospek bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama akibat inflasi yang masih persisten membatasi kenaikan lebih lanjut pada harga emas. F...

Saham Eropa Menguat

  Saham di Eropa mengalami kenaikan pada Selasa, dengan indeks STOXX 50 dan STOXX 600 masing-masing naik 0,2%. Saham sektor pertahanan terus menopang kenaikan ini di tengah prospek peningkatan belanja pertahanan oleh pemerintah Eropa guna mendukung Ukraina. KTT informal para pemimpin Eropa di Paris berakhir tanpa pengumuman konkret, karena ide untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina masih menjadi isu yang sangat kontroversial. Sementara itu, pejabat dari Amerika Serikat dan Rusia akan bertemu di Arab Saudi hari ini untuk membahas cara mengakhiri perang di Ukraina, namun tanpa melibatkan Ukraina maupun negara-negara Eropa. Saham perusahaan pertahanan seperti Rheinmetall, Thales, Leonardo, dan Hensoldt mencatat kenaikan yang kuat. Sektor sumber daya dasar, industri, perbankan, dan otomotif menjadi yang berkinerja terbaik, sementara sektor kimia, teknologi, dan real estat mengalami penurunan.

Hang Seng Menguat 7,0% dalam Kinerja Mingguan

  Indeks Hang Seng melonjak 806 poin atau 3,7% pada hari Jumat, ditutup di level 22.620, yang merupakan posisi tertinggi dalam lebih dari empat bulan. Kenaikan ini juga membalikkan sedikit penurunan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Penguatan yang solid terjadi di berbagai sektor, terutama di sektor teknologi yang naik 5,6% setelah meningkatnya kepercayaan terhadap sektor AI China berkat popularitas DeepSeek. Secara mingguan, Hang Seng mencatat kenaikan 7,0%, menandai reli selama lima minggu berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh janji terbaru dari Bank Rakyat China (PBoC) yang menyatakan akan menyesuaikan kebijakan moneter guna mendukung perekonomian. Bank sentral juga berkomitmen untuk menjaga likuiditas yang cukup dan menyelaraskan pertumbuhan suplai uang dengan target ekonomi serta inflasi. Sementara itu, Presiden China Xi Jinping dijadwalkan memimpin simposium pekan depan untuk mendorong sentimen sektor swasta. Acara ini akan dihadiri oleh para pemimpin bisnis utama, ter...

Saham Jepang Menguat di Tengah Optimisme Terhadap Pengecualian Tarif AS

  Saham Jepang menguat pada Rabu, dengan investor bertaruh bahwa Washington akan mengecualikan Tokyo dari tarif baru AS setelah Menteri Perdagangan Jepang, Yoji Muto, secara resmi mengajukan permintaan tersebut. Indeks Nikkei 225 naik 0,45%, atau 175,20 poin, dan ditutup pada level 38.976,37. Penguatan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan dagang yang lebih menguntungkan bagi Jepang di tengah kebijakan proteksionisme Amerika Serikat. Sementara itu, yen melemah hingga 0,8% ke level 153,68 per dolar AS, menuju tren pelemahan terpanjangnya dalam lebih dari sebulan. Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Jepang dapat terdampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, yen sempat menguat minggu lalu akibat spekulasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of Japan (BOJ) serta meningkatnya permintaan aset safe-haven. Dari sisi korporasi, unit ritel Aeon Co. (TYO:8267), Aeon Retail, mencatat kenaikan penjualan sebesar 1,8% di semua toko p...

Harga Perak XAG/USD Sentuh Level Tertinggi Tiga Bulan Dekat $32,50 di Tengah Sentimen Risk-Off

  Harga perak (XAG/USD) terus menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, diperdagangkan di sekitar $32,30 per troy ounce pada perdagangan sesi Eropa hari Rabu. Logam mulia seperti perak mengalami kenaikan karena meningkatnya sentimen risk-off di tengah ketidakpastian perdagangan dan ekonomi global. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kembali memanas setelah Beijing merespons tarif baru AS sebesar 10% yang mulai berlaku pada hari Selasa. Sebagai balasan, Tiongkok mengenakan tarif 15% terhadap impor batu bara dan gas alam cair (LNG) dari AS, serta tambahan tarif 10% pada minyak mentah, peralatan pertanian, dan beberapa jenis kendaraan. Namun, para pelaku pasar tetap optimis bahwa AS dan Tiongkok dapat mencapai kesepakatan perdagangan, sebagaimana yang telah dilakukan dengan Meksiko dan Kanada. Presiden AS Donald Trump menyatakan pada hari Senin bahwa ia berharap dapat berbicara dengan Tiongkok dalam waktu dekat. Namun, ia juga memperingatkan bahwa jika kese...