Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

USD/CHF Bergerak Stabil Jelang Data PPI AS dan Pertemuan Trump-Xi Jinping

Pasangan mata uang USD/CHF bergerak relatif stabil di kisaran 0,7805 pada perdagangan awal sesi Eropa Rabu (13 Mei), seiring pelaku pasar menahan posisi sambil menunggu rilis data inflasi produsen Amerika Serikat serta perkembangan pembicaraan dagang antara Washington dan Beijing yang menjadi perhatian utama pasar global minggu ini. Pergerakan yang cenderung datar mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi arah dolar AS dalam jangka pendek. Fokus utama pasar saat ini tertuju pada data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang diperkirakan menunjukkan peningkatan tekanan harga di level produsen, sekaligus meningkatkan spekulasi mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Laporan dari South China Morning Post menyebutkan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dijadwalkan mengadakan pembicaraan ekonomi dan perdagangan di Korea Selatan menjelang kunjungan resmi Presiden AS Donald T...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...

Harga Emas Tetap Kuat di Tengah Harapan Perdamaian AS-Iran dan Pelemahan Dolar AS

Harga emas dunia bertahan kuat di atas level US$4.690 per ounce setelah mencatat lonjakan harian terbesar sejak akhir Maret. Penguatan logam mulia ini didorong oleh meredanya kekhawatiran inflasi menyusul penurunan harga minyak, di tengah meningkatnya harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir 10 minggu. Spot gold diperdagangkan di sekitar US$4.695 per ounce setelah melonjak hampir 3% pada sesi sebelumnya. Stabilitas harga emas saat ini menunjukkan bahwa investor masih mempertahankan eksposur terhadap aset safe haven, meskipun sentimen risiko global mulai membaik. Penurunan harga energi turut menekan imbal hasil obligasi, sementara dolar AS melemah kembali ke level sebelum konflik pecah, menciptakan kombinasi faktor yang mendukung kenaikan emas. Dari sisi geopolitik, Iran dilaporkan masih mengevaluasi proposal terbaru Amerika Serikat terkait penghentian konflik. Pada saat yang sama, China turut meningka...

Harga Minyak Melemah Tipis, Risiko Selat Hormuz Tetap Bayangi Pasar Energi Global

Harga minyak mengalami koreksi terbatas pada perdagangan Selasa (5 Mei), setelah lonjakan tajam di awal pekan. Brent bergerak di kisaran US$113 per barel setelah sempat melonjak 5,8% pada hari sebelumnya, sementara WTI bertahan di sekitar US$104 per barel. Meski mengalami pelemahan, harga tetap berada di level tinggi, mencerminkan kekhawatiran pasar yang belum mereda terhadap eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz. Ketegangan meningkat setelah militer Amerika Serikat mengklaim berhasil menggagalkan serangan Iran saat mengawal dua kapal berbendera AS melintasi jalur strategis tersebut. Pada saat yang sama, Uni Emirat Arab melaporkan bahwa terminal minyak di Fujairah menjadi sasaran serangan, yang semakin memperbesar risiko gangguan terhadap infrastruktur energi. Rangkaian insiden ini memunculkan keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat minggu antara Washington dan Teheran. Upaya Amerika Serikat untuk membuka k...