Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Bursa Asia Menguat, Euforia Pasar Tertahan Proyeksi Nvidia dan Kekhawatiran Valuasi AI

Pasar saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis, mengikuti reli Wall Street pada sesi sebelumnya. Indeks MSCI Asia Pacific naik sekitar 0,8%, mencerminkan sentimen positif yang masih mengalir dari pasar global. Namun, optimisme tersebut mulai tertahan setelah investor menilai proyeksi penjualan Nvidia kurang memenuhi ekspektasi tinggi pasar, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran mengenai valuasi saham teknologi dan potensi “overheating” dalam ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI). Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 menguat 0,8% dan Nasdaq 100 melonjak 1,4% pada Rabu, didorong oleh sektor teknologi dan sentimen risk-on. Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury melemah di seluruh tenor, sementara dolar AS turun tipis. Logam mulia bergerak fluktuatif namun ditutup di zona positif, sedangkan Bitcoin terkoreksi sekitar 1,5% dan bertahan di bawah level US$68.000. Pergerakan lintas aset ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase penyesuaian ekspektasi terhadap prospek pe...

Saham Jepang Menguat, Nikkei Terdorong Sektor Properti dan Keuangan

Pasar saham Jepang ditutup menguat pada Selasa, 24 Februari, dengan indeks utama Nikkei 225 naik 0,83% di Bursa Efek Tokyo. Kenaikan ini didorong oleh penguatan sektor properti, perbankan, dan tekstil, yang berhasil meningkatkan sentimen pasar secara keseluruhan. Arus beli kembali terlihat pada sejumlah saham kapitalisasi besar, menandakan minat investor terhadap aset berisiko mulai pulih di tengah stabilnya kondisi eksternal. Di antara pergerakan paling menonjol, saham Furukawa Electric melonjak 15,32% ke level 26.910 dan mencatatkan level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Murata Manufacturing juga menguat signifikan sebesar 10,07% ke 4.045, menembus level tertinggi dalam tiga tahun. Sementara itu, Fujikura naik 10,00% ke 25.190 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Lonjakan saham-saham ini mengindikasikan pergeseran minat investor ke sektor siklikal dan emiten yang sensitif terhadap belanja modal, mencerminkan ekspektasi perbaikan aktivitas ekonomi. Namun, tidak semua saham...

EUR/USD Bergerak Datar di Kisaran 1.1770 Jelang Rilis PMI Zona Euro dan Data PDB AS

Pasangan mata uang EUR/USD bergerak relatif datar di sekitar level 1.1770 pada sesi perdagangan Asia Jumat pagi, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Minimnya katalis baru membuat pergerakan cenderung terbatas, dengan investor memilih menahan posisi sebelum arah berikutnya menjadi lebih jelas. Potensi penguatan euro masih terlihat terbatas di tengah kembali mencuatnya spekulasi terkait kepemimpinan Bank Sentral Eropa. Isu mengenai masa jabatan Presiden Christine Lagarde sempat memicu ketidakpastian, meskipun laporan terbaru menyebutkan bahwa ia menegaskan tetap fokus menjalankan tugasnya dan akan mengumumkan secara resmi jika terdapat rencana perubahan dalam waktu dekat. Ketidakpastian seputar arah kebijakan dan stabilitas kepemimpinan ini menjadi salah satu faktor yang membatasi reli euro terhadap dolar AS. Dari sisi Amerika Serikat, dolar masih mendapatkan dukungan kuat dari data tenaga kerja yang so...

Kesepakatan AS–Iran Bergerak Maju, Arah Harga Minyak Mulai Berubah

Harga minyak mempertahankan posisi pelemahannya pada perdagangan Asia hari Rabu setelah anjlok sekitar 2% pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar menimbang sinyal kemajuan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, namun tetap berhati-hati karena kesepakatan final yang berpotensi menambah pasokan global belum dianggap akan segera terwujud. Sikap ini membuat pasar cenderung defensif, dengan sentimen yang masih rapuh dan mudah berubah. Minyak acuan global Brent naik 23 sen atau 0,34% menjadi USD 67,65 per barel pada pukul 04.12 GMT, sementara West Texas Intermediate menguat 19 sen atau 0,3% ke USD 62,52 per barel. Meski terjadi rebound tipis, kedua kontrak tersebut masih berada di dekat level terendah dua pekan, mencerminkan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih dan masih dibayangi ketidakpastian geopolitik serta prospek pasokan. Laporan menyebutkan bahwa Iran dan Amerika Serikat telah mencapai pemahaman atas sejumlah “prinsip panduan” utama dalam perundingan nuklir. Namun, Mente...

Yen Lanjutkan Reli Pasca Pemilu, Didukung “Pain Trade” Pasar

Yen Jepang melanjutkan penguatannya dan mengungguli seluruh mata uang G-10, seiring reli obligasi tenor sangat panjang Jepang setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu meredakan kekhawatiran fiskal. Di saat yang sama, dolar AS melemah untuk sesi kelima berturut-turut, menandakan pergeseran sentimen global terhadap aset safe haven dan arah kebijakan makro. Pasangan USD/JPY turun 0,4 persen ke level 152,64 dan mencatat penurunan untuk hari keempat berturut-turut, menjadi rangkaian pelemahan terpanjang sejak Desember. Penguatan yen ini berjalan seiring dengan penurunan imbal hasil obligasi Jepang tenor 40 tahun yang anjlok sekitar 10 basis poin, kembali ke level awal Januari sebelum wacana pemilu mendadak memicu kekhawatiran lonjakan belanja negara. Penurunan yield tersebut mencerminkan meredanya premi risiko fiskal dan meningkatnya minat investor terhadap aset pendapatan tetap Jepang. Di pasar global, tekanan terhadap dolar AS berlanjut. Indeks Bloomberg Dollar...

Nikkei Cetak Rekor Baru, “Sanaenomics” Mulai Dipercaya Pasar

Indeks Nikkei kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, melanjutkan reli kuat setelah mencetak all-time high pada sesi sebelumnya. Optimisme pasar menjadi pendorong utama penguatan ini, seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Hasil pemilu majelis rendah dinilai memperkuat posisi politik pemerintahannya dan membuka peluang masa jabatan yang lebih panjang, sebuah faktor penting yang meningkatkan visibilitas kebijakan ekonomi Jepang ke depan. Pasar merespons positif ekspektasi bahwa pemerintahan Takaichi akan mempercepat implementasi kebijakan yang mulai dikenal sebagai “Sanaenomics”. J.P. Morgan menilai administrasi ini memiliki potensi untuk bertahan dalam jangka panjang dan mampu mendorong agenda ekonomi secara konsisten. Sanaenomics dipersepsikan sebagai pendekatan kebijakan yang proaktif, dengan fokus pada stimulus fiskal yang agresif namun tetap mempertimbangkan stabilitas suku bunga dan nilai tukar. Keran...

Pasar Saham Hong Kong Tertekan, Terancam Catat Penurunan Mingguan Tajam

Pasar saham Hong Kong kembali melemah tajam pada perdagangan awal Jumat, dengan indeks utama anjlok 404 poin atau sekitar 1,5% ke level 26.488. Pelemahan ini memutus reli singkat selama tiga hari berturut-turut, seiring kontrak berjangka Amerika Serikat melemah drastis setelah aksi jual saham teknologi di Wall Street belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Tekanan eksternal ini langsung membebani sentimen investor regional dan mendorong aksi jual yang meluas di bursa Hong Kong. Tekanan tidak hanya datang dari pasar global, tetapi juga dari dalam negeri. Saham-saham China daratan turun untuk sesi kedua berturut-turut, dibebani kekhawatiran berkelanjutan terhadap perlambatan momentum ekonomi China dan lemahnya permintaan domestik menjelang libur Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari. Kondisi ini menambah ketidakpastian, terutama bagi sektor-sektor yang sangat bergantung pada konsumsi dan aktivitas ekonomi musiman. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis data inflasi Chi...

Euro Bangkit, Namun Ruang Kenaikan Masih Terbatas oleh Faktor Dolar AS

Nilai tukar euro kembali menguat terhadap dolar AS dan bertahan di kisaran 1,1830 pada perdagangan awal Eropa hari Rabu, seiring pelaku pasar mulai melakukan positioning menjelang rilis data inflasi kawasan euro. Fokus utama tertuju pada estimasi awal HICP, indikator inflasi harmonisasi Uni Eropa yang dikenal mampu memicu volatilitas euro dalam waktu singkat karena pengaruhnya yang besar terhadap ekspektasi kebijakan moneter Bank Sentral Eropa. Meski euro menunjukkan penguatan, potensi kenaikannya dinilai masih terbatas. Dolar AS mendapatkan dukungan sentimen setelah ketidakpastian fiskal mereda menyusul berakhirnya penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat. Rancangan undang-undang pendanaan pemerintah berhasil lolos tipis di DPR AS dengan hasil pemungutan suara 217 berbanding 214, kemudian disahkan secara resmi, memungkinkan aktivitas pemerintahan kembali berjalan normal. Faktor ini membantu menstabilkan dolar dan menahan laju apresiasi euro. Pasar juga masih mencerna perubahan ...

Sentimen Dolar Menguat Berkat Warsh, USD/CHF Bertahan di Zona Hijau

Pasangan USD/CHF tetap bergerak stabil di sekitar level 0,7730 pada sesi Eropa hari Senin, 2 Februari, melanjutkan tren penguatan yang telah terbentuk sejak akhir pekan lalu. Pergerakan yang relatif tenang ini mencerminkan keseimbangan pasar, di mana dolar AS masih mendapat dukungan sentimen positif, sementara franc Swiss mempertahankan perannya sebagai aset defensif. Fokus utama tetap tertuju pada perubahan persepsi kebijakan moneter Amerika Serikat setelah munculnya figur baru dalam dinamika Federal Reserve. Dolar AS masih mempertahankan momentumnya meskipun laju penguatannya mulai melambat. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat bergerak mendatar di dekat level tertinggi mingguan 97,33, menandakan bahwa permintaan terhadap greenback belum sepenuhnya surut setelah lonjakan sebelumnya. Stabilitas ini memberi fondasi yang cukup kuat bagi USD/CHF untuk bertahan di area positif tanpa volatilitas berlebihan. Pemicu utama sentimen ini berasal dari pengumuman pada Jumat lalu, ketika Presiden Donald...