Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Euro Menguat Diam-Diam: Apakah Tekanan terhadap Dolar Semakin Nyata?

EUR/USD bergerak stabil pada Kamis di sekitar level 1.1596, seiring likuiditas pasar yang menipis selama libur Thanksgiving di Amerika Serikat. Meski pergerakan terbatas, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa kuat. Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve terus meningkat setelah serangkaian data menunjukkan inflasi melemah, penjualan ritel menurun, dan kepercayaan konsumen merosot. Kondisi ini membuat pasar semakin yakin bahwa biaya pinjaman di AS akan segera turun. Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan peluang sekitar 85% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Sentimen ini semakin menguat usai sejumlah pejabat Fed, termasuk Presiden Fed New York John Williams, menyampaikan pandangan dovish pekan lalu. Namun, klaim awal pengangguran untuk pekan yang berakhir 21 November justru turun, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan, menciptakan sedikit ketidakpastian mengenai laju perlambatan ekonomi AS. Dari kawasan Eropa, data terbaru menunjukkan perbaikan tipis pada ...

Perak Makin Langka, Ketegangan Pasar Global Kian Menguat

  Pasar perak global tengah menghadapi risiko baru setelah stok perak di Tiongkok anjlok ke level terendah dalam satu dekade. Inventori di gudang-gudang yang terhubung dengan Shanghai Futures Exchange merosot ke titik terendah sejak 2015, sementara volume di Shanghai Gold Exchange turun ke level terendah dalam lebih dari sembilan tahun. Kondisi ini muncul setelah lonjakan ekspor perak Tiongkok pada Oktober yang mencapai lebih dari 660 ton—level tertinggi dalam sejarah—guna meredakan kelebihan pasokan di London yang sempat mendorong harga perak ke rekor tertinggi. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak hampir 80%, didorong reli emas serta spekulasi bahwa pemerintahan Trump akan memberlakukan tarif khusus terhadap logam tersebut. Lonjakan minat beli membuat arus perak dalam jumlah besar mengalir ke AS, memperketat pasokan di London pada saat permintaan India juga meningkat tajam, memicu terjadinya “squeeze” besar di pasar fisik. Kini, menipisnya stok perak Tiongkok membuat ...

Apa Kejutan yang Menanti Dolar Australia?

  Dolar Australia melemah terhadap dolar AS pada Senin (24 November), menjelang rilis data inflasi penting yang akan diumumkan pekan ini. Pasar menaruh perhatian besar pada rilis CPI bulanan “penuh” pertama Australia untuk Oktober yang akan dirilis pada Rabu, karena data ini berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). Meski tertekan, pasangan AUD/USD masih mendapat sedikit dukungan berkat ekspektasi bahwa RBA akan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang lebih berhati-hati. Ekspektasi Kebijakan RBA Menahan Pelemahan AUD Risalah pertemuan RBA bulan November menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama. Hal ini selaras dengan proyeksi ASX 30-Day Interbank Cash Rate Futures , yang memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada Desember 2025 sangat kecil—hanya sekitar 6% . Ekspektasi ini menciptakan dasar bagi AUD untuk mencegah pelemahan lebih dalam, ...

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

Hang Seng Melemah, Apa yang Terjadi dengan Data AS yang Tertunda?

  Pasar saham Hong Kong kembali berada di bawah tekanan pada awal pekan, seiring sikap hati-hati investor menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk September pada hari Kamis. Data ini menjadi sorotan besar karena merupakan laporan signifikan pertama setelah penutupan pemerintahan AS selama 43 hari, yang telah menciptakan kekosongan informasi ekonomi. Ketidakjelasan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve membuat minat risiko merosot, menekan Hang Seng Index turun 0,7%, memperpanjang penurunan 1,9% dari akhir pekan lalu. Hang Seng Tech juga terkoreksi 0,6%. Tekanan terbesar datang dari saham teknologi dan perjalanan. Trip.com anjlok 3,9%, Baidu turun 2,1%, sementara WuXi AppTec merosot 2,7%. Pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran investor bahwa dinamika ekonomi global—khususnya dari AS—dapat menghambat prospek pertumbuhan sektor-sektor tersebut. Meski begitu, sebagian tekanan terbantu oleh lonjakan Pop Mart International yang naik 1,3% setelah Sony Pictures dikabarka...

Yen Menguat Tipis, Apakah Jepang Akan Naikkan Suku Bunga?

Nilai tukar yen Jepang (JPY) mengalami penguatan tipis pada sesi perdagangan Asia, Kamis, setelah sebelumnya menyentuh posisi terendah dalam sembilan bulan terhadap dolar AS. Penguatan ini terjadi menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda , yang menyebutkan bahwa inflasi inti Jepang perlahan mendekati target 2%. Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa BoJ akan segera menaikkan suku bunga , menandai kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter setelah bertahun-tahun mempertahankan suku bunga ultra-rendah. Selain itu, muncul spekulasi intervensi dari otoritas Jepang untuk membatasi pelemahan yen yang lebih dalam. Pemerintah Jepang diketahui sangat sensitif terhadap volatilitas mata uang, terutama ketika pelemahan yen mulai berdampak pada daya beli domestik dan biaya impor energi. Spekulasi ini memberikan dorongan tambahan bagi yen untuk menguat, meskipun pergerakannya masih terbatas karena pasar menunggu konfirmasi resmi dari pihak BoJ terkait langkah k...

Emas Bertahan di Dekat Tertinggi Tiga Minggu, Penguatan Dolar AS Batasi Kenaikan

  Harga emas (XAU/USD) tetap stabil dengan kenaikan moderat pada sesi perdagangan Eropa awal Selasa, diperdagangkan sedikit di bawah level tertinggi dalam hampir tiga minggu. Pergerakan harga yang hati-hati ini mencerminkan keseimbangan antara meningkatnya minat terhadap aset safe haven dan tekanan ringan dari penguatan dolar AS (USD) . Faktor utama yang menopang harga emas adalah kekhawatiran terhadap potensi dampak ekonomi dari penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan , yang menjadi penutupan terlama dalam sejarah negara tersebut. Ketidakpastian ini telah meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset pelindung nilai (safe haven) di tengah meningkatnya volatilitas pasar. Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan Desember semakin memperkuat daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini. Di sisi lain, munculnya perkembangan positif terkait upaya pembukaan kembali pemerintahan AS turut meningkatkan sentimen ...

Pound Sterling Bergerak Hati-Hati Menjelang Keputusan Kebijakan Moneter BoE

Pound Sterling ( GBP ) diperdagangkan dengan hati-hati terhadap mayoritas mata uang utama pada Kamis menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang dijadwalkan pada pukul 12:00 GMT. Keputusan suku bunga kali ini diperkirakan akan diambil dengan pendekatan sangat berhati-hati , terutama di saat Kanselir Keuangan Inggris, Rachel Reeves , diperkirakan akan mengumumkan kenaikan pajak dalam Anggaran Musim Gugur (Autumn Budget) yang akan disampaikan akhir bulan ini. Langkah tersebut diyakini sebagai upaya Reeves untuk menutup defisit fiskal sebesar £22 miliar dalam keuangan pemerintah Inggris. Ia juga diprediksi akan melanggar aturan yang ia tetapkan sendiri untuk tidak menaikkan pajak bagi pekerja serta menghindari pinjaman guna membiayai pengeluaran publik harian. Tekanan fiskal yang meningkat membuat ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi semakin sempit. Pasar memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4% , dengan komposisi s...

EUR/USD Terus Tertekan, Apa yang Menahan Penguatan Euro?

Pasangan mata uang EUR/USD kembali melanjutkan penurunan untuk sesi kelima berturut-turut pada perdagangan Selasa pagi, diperdagangkan di kisaran 1.1510 selama sesi Asia. Tekanan terhadap euro ini terjadi seiring dengan menguatnya dolar AS, yang mendapat dukungan dari sentimen hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang. Ketua The Fed, Jerome Powell , menyatakan bahwa kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada Desember masih belum pasti. Pernyataan ini kontras dengan ekspektasi pasar sebelumnya yang memperkirakan peluang tinggi untuk penurunan suku bunga. Saat ini, para pelaku pasar menurunkan ekspektasi mereka, dengan probabilitas pemangkasan suku bunga Desember turun menjadi 65% , dari 94% pada pekan lalu. Perubahan ekspektasi ini mendorong penguatan dolar AS secara luas, yang pada akhirnya menekan pergerakan euro di pasar global. Di sisi lain, meskipun dolar AS menunjukkan kekuatan, EUR/USD relatif stabil karena a...