Dolar Australia (AUD) memulai pekan dengan tekanan yang cukup signifikan, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko. Dalam sesi perdagangan Asia, pasangan AUD/USD melemah sekitar 0,3% ke level 0,6850 setelah sebelumnya menembus ke bawah level psikologis 0,6900. Pelemahan ini menegaskan bahwa mata uang berbasis komoditas seperti AUD sangat rentan terhadap perubahan sentimen global, terutama ketika pasar memasuki fase risk-off. Tekanan terhadap aset berisiko terlihat jelas dari pergerakan pasar saham global. Kontrak berjangka S&P 500 tercatat turun sekitar 0,4%, mencerminkan menurunnya selera risiko investor. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, yang kembali menjadi pusat perhatian pasar global. Laporan dari The Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 pasukan untuk operasi darat terhadap Iran semakin memperburuk sentimen. Situasi ini...