Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Perak Bertahan di Atas $48, Didukung Permintaan Aset Safe Haven dan Ketidakpastian Pasar

Harga perak berhasil bertahan di atas level $48,5 per ons pada Jumat (31 Oktober), dengan potensi untuk menutup minggu ini sedikit lebih tinggi. Penguatan logam mulia ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven , seiring meningkatnya volatilitas pasar global. Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat mengalami koreksi dari rekor tertingginya setelah terjadi aksi jual di sektor teknologi, yang menambah dorongan bagi investor untuk beralih ke aset pelindung nilai seperti perak dan emas. Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve (The Fed) awal pekan ini memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember tidak akan dilakukan secara otomatis, melainkan bergantung pada data ekonomi yang masuk. Sikap hati-hati ini mencerminkan keinginan bank sentral untuk menjaga keseimbangan antara mendukung pertumbuhan dan mengendalikan inflasi. Di sisi lain, pertemuan antara Pres...

Harga Minyak Naik Didukung Optimisme Pertemuan Pemimpin AS–China dan Penurunan Stok Minyak Mentah AS

Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan Rabu, didorong oleh penurunan stok minyak mentah di Amerika Serikat serta meningkatnya optimisme menjelang pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping , dua negara konsumen minyak terbesar di dunia. Kontrak berjangka Brent naik 22 sen atau 0,34% menjadi $64,62 per barel pada pukul 07.45 GMT, sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 20 sen atau 0,33% ke $60,35 per barel . Kenaikan ini memperpanjang momentum positif setelah harga sempat melemah pada sesi sebelumnya. Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi bahwa Presiden Xi Jinping akan bertemu Presiden AS Donald Trump pada Kamis di Busan, Korea Selatan . Pertemuan tersebut diharapkan dapat “memberikan momentum baru” bagi hubungan bilateral kedua negara. Beijing juga menyatakan siap bekerja sama untuk mencapai hasil positif, termasuk dalam pembahasan isu perdagangan dan pengendalian ekspor bahan kimia prekursor fentanil , yang ...

Emas Melemah, Optimisme Perdagangan AS–Tiongkok Tekan Daya Tarik Safe Haven

Harga emas (XAU/USD) kembali melemah pada perdagangan Senin (27 Oktober), setelah sempat menguat tipis di atas level psikologis $4.100 per ons . Penurunan ini menandai hari kedua berturut-turut di mana logam mulia tersebut berada dalam tekanan jual, seiring bergesernya fokus pasar dari ketegangan geopolitik menuju prospek pemulihan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Selama sesi Eropa paruh pertama, pergerakan emas tetap berada dalam bias negatif , meski tekanan jual tampak terbatas karena adanya faktor fundamental yang saling bertentangan. Sinyal meredanya ketegangan perdagangan AS–Tiongkok mendorong minat investor terhadap aset berisiko, sehingga mengurangi permintaan terhadap emas yang dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) . Namun di sisi lain, ekspektasi kebijakan dovish dari Federal Reserve (The Fed) masih memberikan sedikit dukungan bagi logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil bunga ini. Pasar kini semakin yakin bahwa bank sentral AS akan...

Pound Tertekan, Dolar AS Menguat Menjelang Rilis Data Inflasi Amerika Serikat

  Nilai tukar pound sterling (GBP) terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah untuk hari kelima berturut-turut dan kini diperdagangkan di kisaran 1,3340 pada sesi Asia, Kamis pagi (23 Oktober). Tekanan terhadap pound meningkat seiring menguatnya dolar AS di tengah kekhawatiran pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat pada hari Jumat. Situasi ini diperparah oleh penutupan sebagian pemerintahan AS yang menyebabkan keterlambatan publikasi sejumlah data ekonomi penting, sehingga membuat investor bersikap lebih hati-hati. Dolar AS juga mendapatkan dorongan tambahan dari meningkatnya optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok. Presiden Donald Trump menyatakan harapannya untuk mencapai “beberapa kesepakatan” dengan Presiden Xi Jinping saat pertemuan mereka di Korea Selatan pekan depan. Pembahasan diperkirakan mencakup ekspor kedelai, pembatasan senjata nuklir, serta pembelian minyak Rusia oleh Tiongkok. Di sisi lain, pelaku pas...

Euro Melemah Terhadap Dolar, Pasar Menanti Sinyal dari Eropa

Nilai euro kembali melemah terhadap dolar AS untuk hari ketiga berturut-turut , seiring penguatan dolar yang didorong oleh optimisme pasar bahwa penutupan pemerintahan Amerika Serikat akan segera berakhir . Selain itu, meningkatnya ekspektasi tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok turut memperkuat permintaan terhadap dolar, yang masih dianggap sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Penguatan dolar ini mencerminkan sentimen positif terhadap stabilitas ekonomi AS , terutama setelah muncul tanda-tanda bahwa negosiasi politik di Washington akan menghasilkan kompromi untuk membuka kembali sebagian pemerintahan federal. Kondisi tersebut memberikan dorongan bagi investor untuk kembali masuk ke pasar dolar, yang selama ini menjadi pilihan utama di saat ketidakpastian politik dan ekonomi mereda. Di sisi lain, pelaku pasar di Eropa masih menantikan arahan kebijakan dari Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde , terkait arah suku bunga di masa me...

KTT Trump-Putin Direncanakan Ulang: Tekanan terhadap Rusia Terancam Melemah, Posisi Ukraina di Ujung Tanduk

  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penyelenggaraan KTT kedua dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest, setelah melakukan panggilan telepon selama dua jam yang ia sebut sebagai “sangat produktif.” Langkah ini muncul hanya beberapa hari sebelum pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Gedung Putih pada Jumat mendatang, dan menimbulkan kekhawatiran bahwa inisiatif tersebut dapat melemahkan tekanan internasional terhadap Moskow di tengah perang yang masih berlangsung. Menurut pernyataan resmi, Trump menugaskan Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk memimpin pertemuan tingkat tinggi pada pekan depan sebagai langkah awal menuju KTT para pemimpin. Namun, dalam pernyataannya, Trump tidak memberikan kejelasan mengenai dua isu penting yang menjadi prioritas Kyiv: dukungan terhadap pengiriman rudal jarak jauh Tomahawk dan penerapan sanksi baru terhadap Rusia. Di pihak lain, Kremlin langsung memperingatkan bahwa penyebaran rudal jarak jauh ol...

Emas Cetak Rekor Baru, Membidik Level Psikologis $4.200 per Ons

  Harga emas kembali memperpanjang reli dan mencetak rekor tertinggi baru pada sesi Asia, Rabu (15 Oktober), dengan pasar kini berfokus pada potensi penembusan level psikologis $4.200 per ons . Kenaikan ini didorong oleh kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) , pelemahan dolar AS , serta arus lindung nilai (hedging flows) di tengah meningkatnya kekhawatiran global. Faktor risiko global terus meningkat dan mendorong investor mencari aset aman (safe haven) seperti emas. Perang Rusia–Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara ketegangan dagang AS–Tiongkok kembali memanas dan penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown) semakin berkepanjangan. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang mendorong permintaan terhadap logam mulia. Di sisi lain, sinyal dovish dari The Fed semakin kuat, termasuk wacana mengakhiri kebijakan pengetatan neraca (balance sheet tightening) dalam beberapa bulan ke depan, ...

Indeks Hang Seng Turun 1,5%, Tekanan Tarif AS dan Sentimen Negatif Bayangi Pasar Asia

  Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup melemah 401 poin atau 1,5% ke level 25.889 pada Senin , menandai penurunan untuk sesi keenam berturut-turut. Tekanan jual melanda hampir seluruh sektor, dipicu oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok serta kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi global. Tarif Baru AS dan Kontrol Ekspor Tekan Sentimen Pasar Pelemahan tajam terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif 100% terhadap ekspor asal Tiongkok , disertai pengendalian ekspor baru atas perangkat lunak strategis mulai 1 November . Langkah ini merupakan tindakan balasan terhadap pembatasan ekspor logam tanah jarang (rare earth) yang diterapkan Beijing. Meskipun Trump kemudian menyampaikan bahwa “hubungan dagang dengan Tiongkok akan baik-baik saja” , pelaku pasar tetap skeptis dan menilai pernyataan tersebut belum cukup untuk meredakan kekhawatiran. Indeks Hang Seng pun terperosok ke posisi terendah dalam satu bula...

Harga Minyak Dunia Turun Setelah OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Moderat

  Harga minyak mentah global melemah pada Selasa setelah mengalami kenaikan selama dua hari berturut-turut. Pelemahan ini terjadi menyusul keputusan OPEC+ untuk menaikkan kuota produksi secara moderat , sementara para pelaku pasar juga mencerna sinyal harga yang lebih rendah dari Arab Saudi dibandingkan perkiraan sebelumnya. Harga minyak Brent diperdagangkan di atas $65 per barel , sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di bawah $62 per barel . Dalam pertemuan akhir pekan lalu, OPEC dan sekutunya — termasuk Rusia — sepakat menambah produksi sebesar 137.000 barel per hari mulai bulan depan. Namun, langkah ini diiringi keputusan Arab Saudi untuk mempertahankan harga jual resmi (official selling price/OSP) ke pasar Asia tetap stabil, langkah yang dianggap hati-hati dan mengejutkan banyak trader yang sebelumnya memperkirakan adanya kenaikan harga. Selama Agustus dan September, harga minyak sempat mencatat penurunan beruntun , dipicu oleh kekhawatiran surplus pasokan glo...

Poundsterling Menguat Empat Hari Beruntun, Sentimen Dolar AS Melemah

  Poundsterling Inggris kembali mencatatkan penguatan pada Rabu dengan naik ke level US$1,347 , memperpanjang reli selama empat sesi berturut-turut. Ini menjadi tren kenaikan terpanjang sejak Agustus, dipicu melemahnya dolar AS akibat dampak dari shutdown pemerintah Amerika Serikat , yang kini tercatat sebagai shutdown ketiga di bawah pemerintahan Donald Trump. Penguatan sterling sebagian besar mencerminkan pelemahan dolar, namun faktor domestik juga ikut memengaruhi. Dari sisi kebijakan moneter, pejabat Bank of England (BoE) memberikan sinyal yang berbeda. Catherine Mann memperingatkan adanya risiko inflasi yang persisten karena perusahaan semakin banyak memasukkan biaya tenaga kerja tinggi ke dalam harga produk. Sebaliknya, Deputy Governor Sarah Breeden menegaskan bahwa mempertahankan suku bunga tinggi terlalu lama justru bisa menimbulkan risiko baru bagi perekonomian. Pada September lalu, BoE memutuskan untuk menahan suku bunga tetap, sementara pasar saat ini memperkirakan p...