Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Dolar Australia Melemah di Tengah Volume Perdagangan Tipis

  Dolar Australia (AUD) kehilangan momentum terhadap Dolar AS (USD) setelah rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) dari China yang menunjukkan hasil beragam pada Selasa. Sebagai mitra dagang utama, setiap perubahan dalam ekonomi China cenderung berdampak langsung pada pasar Australia. Dampak Data PMI China Data resmi PMI Manufaktur China turun menjadi 50,1 pada Desember, lebih rendah dari angka sebelumnya sebesar 50,3 dan di bawah ekspektasi pasar yang juga berada di 50,3. Penurunan ini mencerminkan perlambatan aktivitas pabrik di negara tersebut, yang menjadi sinyal pelemahan permintaan global terhadap barang-barang manufaktur China. Namun, sisi positif terlihat dari PMI Non-Manufaktur China yang meningkat signifikan. Indeks ini naik menjadi 52,2 pada Desember, jauh lebih baik dibandingkan 50,0 pada November dan melebihi perkiraan pasar sebesar 50,2. Kenaikan ini menunjukkan bahwa sektor jasa dan konstruksi mulai pulih, memberikan harapan akan stabilisasi ekonomi secara bertaha...

Harga Perak Naik Mendekati $30,00 Berkat Permintaan Safe-Haven

Harga perak (XAG/USD) melanjutkan kenaikannya selama enam hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar $29,90 pada sesi Asia hari Jumat. Perak mendapat dukungan kenaikan dari permintaan safe-haven karena pasar mengantisipasi sinyal terkait prospek ekonomi AS di bawah pemerintahan Trump yang baru serta kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed) untuk tahun 2025. Dukungan dari Permintaan Safe-Haven Permintaan perak sebagai aset safe-haven terus meningkat di tengah ketidakpastian global. Konflik geopolitik yang sedang berlangsung, seperti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan yang berkepanjangan di Timur Tengah, menjadi faktor utama yang memperkuat daya tarik logam mulia ini sebagai investasi pelindung. Investor cenderung mencari aset yang lebih aman dalam situasi risiko global yang meningkat, dan perak menjadi salah satu pilihan utama. Dampak Data Inflasi PCE AS Kenaikan harga perak juga didorong oleh data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) AS yang lebih moderat. Data ini me...

Mata Uang Asia Bergerak Tipis, Dolar Stabil Setelah Penurunan dari Puncak Dua Tahun

Sebagian besar mata uang Asia bergerak tipis pada perdagangan hari Senin, sementara dolar AS stabil setelah mengalami penurunan tajam dari level tertingginya dalam dua tahun. Data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan memberikan secercah harapan bahwa suku bunga mungkin akan tetap turun pada 2025. Mata uang Asia masih dalam tahap pemulihan setelah mengalami tekanan besar terhadap dolar minggu lalu. Namun, data inflasi yang lebih lemah pada hari Jumat membantu memangkas sebagian kerugian ini. Meskipun begitu, ketidakpastian terkait suku bunga AS dan kebijakan di bawah pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump terus membayangi prospek pasar regional. Dolar Tertekan oleh Data PCE yang Lebih Lemah Indeks dolar dan kontrak berjangka dolar AS stabil pada Senin setelah mencatat penurunan signifikan pada Jumat. Mata uang ini tergelincir dari puncak dua tahunnya setelah data indeks harga PCE, yang merupakan tolok ukur inflasi pilihan Federal Reserve, menunjukkan hasil lebih rendah dari ...

EUR/USD Menguat Saat Investor Mencerna Pernyataan Fed

  Pasangan mata uang EUR/USD melonjak mendekati level 1,0400 selama sesi Eropa pada Kamis, setelah penguatan Dolar AS (USD) mengalami jeda menyusul reli tajam pada Rabu. Dolar AS Tertahan di Dekat Level Tertinggi Dua Tahun Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, tetap bertahan di dekat level tertinggi dua tahun di atas 108,00. Dolar sebelumnya mendapatkan dorongan besar setelah Federal Reserve (Fed) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%-4,50%, sesuai ekspektasi. Namun, perhatian pasar lebih tertuju pada sinyal dari Fed yang mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga pada 2025 akan lebih sedikit dari yang diperkirakan sebelumnya. Revisi Proyeksi Suku Bunga Fed Dalam grafik dot terbaru, Fed merevisi proyeksi jumlah pemangkasan suku bunga pada 2025 menjadi dua kali dari empat kali yang diantisipasi dalam pertemuan kebijakan moneter September lalu. Dalam konferensi pers, Ketua Fed Jerome Powell menyor...

Yen Jepang Terus Melemah Mendekati Level Terendah Tiga Minggu

Yen Jepang (JPY) terus mengalami tekanan dan diperdagangkan mendekati level terendah tiga minggu terhadap dolar AS pada sesi perdagangan Eropa hari Selasa. Sentimen pasar yang menguat bahwa  Bank of Japan (BOJ)  akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tetap rendah pekan ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan yen. Di sisi lain, optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi global mendorong peningkatan risiko, yang semakin mengurangi daya tarik yen sebagai aset safe haven. Kombinasi dari ekspektasi kebijakan  Federal Reserve (The Fed)  yang lebih hawkish dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tekanan tambahan pada yen Jepang. Dolar AS yang semakin kuat memanfaatkan situasi ini sebagai dorongan tambahan bagi pasangan USD/JPY. Ekspektasi Kebijakan Bank Sentral Jadi Sorotan Investor saat ini cenderung menghindari taruhan agresif terhadap yen menjelang pertemuan kebijakan bank sentral utama. The Fed dijadwalkan akan mengumumkan keputusan...

Mata Uang Asia Tertekan oleh Penguatan Dolar dan Kurangnya Stimulus dari Tiongkok

  Sebagian besar mata uang Asia menunjukkan pelemahan pada Jumat, didorong oleh penguatan dolar AS menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pekan depan. Selain itu, hasil Konferensi Pekerjaan Ekonomi Pusat (CEWC) di Tiongkok yang tidak memberikan langkah stimulus signifikan menambah tekanan pada yuan. Kehati-hatian Investor Menjelang Keputusan The Fed Para pelaku pasar berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan, di mana pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin telah banyak diperkirakan. Namun, kekhawatiran mengenai kebijakan suku bunga jangka panjang membuat antusiasme pasar terkendala, sehingga mendukung penguatan dolar AS. Indeks Dolar AS tercatat naik 0,2%, sementara kontrak berjangka Indeks Dolar AS menguat 0,1% dalam perdagangan Asia pada Jumat. Yuan Melemah Setelah Harapan Stimulus Tidak Terpenuhi Pasangan USD/CNY di pasar domestik Tiongkok menguat 0,2%, mendekati level tertinggi dalam dua tahun terakhir, sementara pasangan offshore USD/C...

EUR/USD Melemah di Tengah Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga ECB

  Pasangan mata uang EUR/USD melemah ke kisaran 1,0530 pada sesi perdagangan Eropa, Selasa. Pergerakan ini terjadi karena para investor mengambil sikap hati-hati menjelang pertemuan kebijakan moneter European Central Bank (ECB) yang dijadwalkan Kamis. Pasar telah memperhitungkan kemungkinan besar pemangkasan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3%. Jika terealisasi, ini akan menjadi pemangkasan suku bunga ketiga berturut-turut oleh ECB. Alasan di Balik Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Ekspektasi pemangkasan suku bunga didorong oleh sejumlah faktor penting, termasuk kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden AS, ketidakstabilan politik di Prancis dan Jerman, serta perlambatan tajam dalam aktivitas bisnis di zona Euro. Situasi ini memberikan tekanan besar pada ECB untuk mengambil tindakan guna mendukung ekonomi yang melemah. Keruntuhan pemerintahan di Prancis serta ketidakpastian di Jerman dan Prancis memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonom...

Euro Menguat di Tengah Kekacauan Politik Prancis, Yuan Tertekan ke Level Terendah 13 Bulan

  Mata uang euro mencatat penguatan pada Selasa (3/12/2024) setelah sempat tertekan oleh ketidakstabilan politik di Prancis. Sementara itu, yuan China mencapai level terendah dalam 13 bulan akibat risiko tarif tambahan dari AS serta melemahnya ekonomi domestik China. Penguatan Euro di Tengah Kekacauan Politik Prancis Euro, yang menjadi mata uang G10 dengan performa terburuk sepanjang November, berusaha bangkit meskipun menghadapi tekanan signifikan. Pada perdagangan terakhir, euro berada di level  $1,0487 , setelah sebelumnya anjlok 0,7% pada Senin. Krisis Politik di Prancis : Perdana Menteri Michel Barnier menghadapi ancaman mosi tidak percaya pada Rabu akibat penolakan keras terhadap anggaran pemerintah yang mencakup kenaikan pajak dan pemotongan anggaran besar-besaran. Langkah ini dirancang untuk memperbaiki kondisi keuangan negara yang genting, namun mendapat kritik tajam dari berbagai spektrum politik. Volatilitas Pasar : Permintaan perlindungan melalui opsi volatilitas e...