Langsung ke konten utama

Navigasi Variasi Pasar di Asia di Tengah Penurunan Treasury

Di lanskap dinamis pasar Asia, perdagangan hari Kamis menyaksikan kisaran sempit seiring dengan lonjakan saham AS dan penurunan hasil Treasury. Fluktuasi ini dipicu oleh data yang menunjukkan bahwa konsumen AS mengantisipasi lonjakan inflasi yang berlanjut.

Ekuitas Australia mengalami penurunan, sementara Korea Selatan melihat perubahan minimal. Kontrak berjangka Hong Kong tergelincir, berlawanan dengan pergerakan positif saham Tiongkok yang terdaftar di AS. Sementara itu, bursa saham Jepang tetap tutup untuk memperingati hari libur.

Indeks S&P 500 mengalami kenaikan 0,4% kemarin, menjelang libur Thanksgiving, melanjutkan reli November yang mendorong indeks sekitar 8%, menandai kinerja bulanan terbaik sejak Juli tahun sebelumnya. Perdagangan Asia awal menyaksikan perubahan kecil pada kontrak berjangka AS.

Penurunan hasil Treasury pada hari Rabu memberikan tekanan pada imbal hasil obligasi pemerintah Australia dan Selandia Baru selama perdagangan Asia. Pasar uang Treasury Asia tutup karena libur Jepang.

Sementara itu, penjualan Treasury mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dua tahun dan lima tahun sebesar tiga basis poin. Kenaikan imbal hasil mencerminkan data terbaru yang menunjukkan bahwa warga Amerika mengharapkan inflasi akan naik dengan tingkat tahunan sebesar 4,5% dalam tahun mendatang, naik dari perkiraan awal bulan sebesar 4,4%, menurut University of Michigan.

Bagi Penggemar Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 tetap tidak berubah pada pukul 09:59 waktu Tokyo, menyusul kenaikan 0,4% pada S&P 500.
  • Kontrak berjangka Nasdaq 100 menunjukkan perubahan minimal, dengan kenaikan Nasdaq 100 sebesar 0,4%.
  • Kontrak berjangka Hang Seng mencatat penurunan sebesar 0,3%.
  • Kontrak berjangka Nikkei 225 menunjukkan kenaikan sebesar 0,7%.
  • S&P/ASX 200 di Australia mengalami penurunan sebesar 0,5%.

Cek Mata Uang dan Kripto

  • Indeks Bloomberg Dollar Spot menunjukkan fluktuasi kecil.
  • Euro tetap stabil pada level $1.0892.
  • Yen Jepang mengalami kenaikan sebesar 0,2% menjadi 149,26 per dolar.
  • Yuan luar negeri tetap stabil pada level 7,1584 per dolar.
  • Dolar Australia mengalami perubahan kecil pada level $0,6548.

Gambaran Kripto dan Obligasi

  • Bitcoin mengalami penurunan sebesar 0,8% menjadi $37,320.08.
  • Ether mencatat penurunan sebesar 1,3%, stabil pada $2,054.15.
  • Imbal hasil obligasi Australia 10 tahun naik empat basis poin, mencapai 4,48%.

Di dalam lanskap keuangan yang selalu berubah, tetap up-to-date terhadap isyarat ekonomi global menjadi penting bagi investor dan pedagang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...