Langsung ke konten utama

Harga Emas Antam Hari Ini Mencapai Rp1,13 Juta per Gram


Para investor dan penggemar emas dengan cermat memantau kenaikan harga emas 24 karat dari PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam, yang mencapai angka mencolok sebesar Rp1,133 juta per gram dalam sesi perdagangan hari ini. Per tanggal Senin, 29 Januari 2024, kenaikan ini menunjukkan tren positif yang signifikan di pasar emas.

Antam Memperkenalkan Batangan Emas Tematik untuk Tahun Naga

Seiring dengan pergerakan pasar yang positif ini, Antam baru-baru ini meluncurkan serangkaian batangan emas tematik untuk Tahun Baru Imlek, khususnya untuk Tahun Naga pada tahun 2024 Masehi atau Tahun 2575 dalam kalender Kongzili. Batangan emas unik ini menampilkan desain tiga dimensi (3D) dari tanda zodiak naga, menambahkan sentuhan seni pada logam mulia ini.

Harga Emas Antam dan Peluang Investasi

Harga emas Antam, dengan berat 0,5 gram, saat ini terdaftar seharga Rp616.500, mencerminkan kenaikan harian sebesar Rp500 dibandingkan dengan hari sebelumnya. Bagi investor yang mencari jumlah yang lebih besar, berbagai opsi dapat dijelajahi, dengan batangan emas 1 gram tersedia seharga Rp1.133.000, dan varian 5 gram dihargai sebesar Rp5.440.000, menunjukkan kenaikan harian.

Bagi mereka yang mencari investasi yang lebih besar, batangan emas 10 gram ditawarkan seharga Rp10.825.000, sementara varian 25 gram tersedia seharga Rp26.937.000. Antam juga melayani investasi yang lebih signifikan, dengan batangan emas 50 gram dihargai sebesar Rp53.795.000, opsi 100 gram seharga Rp107.512.000, dan batangan emas 500 gram dihargai sebesar Rp536.820.000. Batangan emas terbesar yang tersedia, dengan berat 1.000 gram, terdaftar seharga Rp1.073.600.000.

Harga Beli Kembali dan Pertimbangan Pajak

Selain harga pembelian, Antam juga menawarkan harga beli kembali bagi mereka yang ingin menjual investasi emas mereka. Harga beli kembali saat ini adalah Rp1.029.000 per gram, tetap konsisten dengan tingkat hari sebelumnya. Penting untuk dicatat bahwa harga beli kembali ini tidak termasuk pajak untuk jumlah di atas Rp10 juta.

Merujuk pada PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali batangan emas ke PT ANTAM Tbk. dengan nominal lebih dari Rp10 juta dikenakan pajak penghasilan sebesar 1,5% untuk pemegang NPWP dan 3% untuk non-NPWP. Di sisi lain, pembelian batangan emas dikenakan pajak penghasilan sebesar 0,45% untuk pemegang NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP. Setiap pembelian batangan emas disertai dengan bukti potong pajak PPh 22.

Kesimpulan: Memanfaatkan Peluang

Dengan terus meningkatnya harga emas Antam, para investor dihadapkan pada tantangan dan peluang. Sementara investasi emas tetap menguntungkan, penting bagi investor untuk mempertimbangkan implikasi pajak dan membuat keputusan yang terinformasi. Batangan emas tematik Antam, khususnya yang dirancang untuk Tahun Naga, menambahkan sentuhan unik pada lanskap investasi, menarik perhatian baik kolektor maupun investor.

Sebagai kesimpulan, lonjakan harga emas Antam saat ini menekankan ketangguhan dan keinginan emas sebagai logam mulia. Investor sebaiknya tetap memantau tren pasar, mengeksplorasi berbagai opsi investasi, dan mempertimbangkan manfaat jangka panjang dari memiliki emas dalam portofolio mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...