Perhatian: Melanjutkan Penurunan
Saham Eropa kembali berada dalam zona merah, melanjutkan tren penurunan setelah mendapat sedikit kelonggaran pada hari Kamis. Pusat perhatian para investor adalah laporan pekerjaan AS yang krusial, yang sangat menentukan waktu dan kecepatan penyesuaian suku bunga Federal Reserve.
Minat: Faktor yang Mendorong Penurunan
Pada pukul 8:16 pagi di London, Indeks Stoxx Europe 600 melaporkan penurunan sebesar 0,6%, dengan tekanan signifikan dari sektor ritel dan produk serta layanan konsumen. LVMH dan Remy Cointreau mengalami penurunan setelah China mengumumkan penyelidikan anti-dumping terhadap produk minuman keras Eropa mulai Jumat. Pelemahan sentimen juga dipicu oleh penurunan di Wall Street pada malam sebelumnya, terutama karena saham teknologi AS mencatat kerugian terpanjang dalam lebih dari setahun.
Jim Reid, Kepala Ekonomi Global dan Riset Tematis Deutsche Bank, mengatakan, "Rally Santa Claus yang baru saja berlanjut telah berubah menjadi kenangan dengan hangover Tahun Baru yang terus berlanjut ketika kita menyambut Jumat penggajian lainnya hari ini."
Keinginan: Dinamika yang Berubah dan Harapan Pasar
Rilis data inflasi zona Euro dan harga produsen pada hari Jumat menambah kompleksitas, mempengaruhi harapan kebijakan Bank Sentral Eropa. Para pedagang telah menyesuaikan pandangan mereka, dengan taruhan pemotongan suku bunga dari ECB dikurangi. Harga pasar menunjukkan perkiraan 149 basis poin dalam pengurangan biaya pinjaman di kawasan euro untuk tahun 2024. Ini merupakan perubahan dari tren yang terjadi sejak pertengahan Desember, di mana para pedagang mengantisipasi setidaknya enam pemotongan seperempat poin.
Aksi: Bersiap untuk Dampak
Indeks Stoxx 600 tampaknya siap untuk mengakhiri pawai kenaikan selama beberapa minggu, dengan volatilitas yang meningkat, dan beberapa pedagang beralih ke saham yang lebih terjangkau dan defensif. Analis menekankan pentingnya level dukungan kunci, menunjukkan bahwa indeks harus mempertahankan posisi ini untuk dapat melakukan penguatan potensial.
Sumber: Bloomberg

Komentar
Posting Komentar