Langsung ke konten utama

Pasar Mata Uang Tenang Sebelum Pidato Powell, Bitcoin Bangkit Kembali



Pada hari Rabu, dolar AS cenderung stabil, karena para pedagang menghindari membuat taruhan besar menjelang kesaksian kongres dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, serta keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa dan data pekerjaan AS akhir pekan ini.

Kondisi Pasar

  • Dolar AS tetap berada dalam kisaran yang ketat, setelah melemah semalam atas data yang menunjukkan pertumbuhan industri jasa AS melambat sedikit bulan lalu.
  • Laporan pekerjaan AS bulan Februari pada hari Jumat menjadi ujian bagi prospek suku bunga, dengan potensi untuk mengguncang pasar jika jumlah pekerjaan melebihi ekspektasi.

Kondisi Cryptocurrency

  • Bitcoin mulai mendapatkan momentum lagi, meskipun tetap di bawah rekor tertinggi yang dicapai dalam sesi yang bergejolak semalam.
  • Minimnya katalis membuat dolar dalam kisaran yang ketat, setelah melemah semalam atas data yang menunjukkan pertumbuhan industri jasa AS melambat sedikit bulan lalu.

Pengaruh Pidato Powell

  • Para pedagang juga menunggu hari pertama kesaksian Ketua Fed Powell di depan Kongres tentang kondisi ekonomi AS, di mana diharapkan dia akan memperkuat bahwa Fed akan menunggu lebih banyak data sebelum membuat pemotongan suku bunga.

Dampak pada Mata Uang

  • Euro tetap datar di $1.0855 saat para pedagang bersiap untuk keputusan suku bunga ECB nanti pada Kamis.
  • Sterling tetap stabil di $1.27050 menjelang pengumuman anggaran Inggris pada hari Rabu.
  • Dolar Australia pulih pada sore hari di Asia, mengabaikan data produk domestik bruto yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 0.2% pada kuartal keempat, memperkuat kasus untuk pemotongan suku bunga.

Kesimpulan

Pasar mata uang dan cryptocurrency mengalami hari yang relatif tenang menjelang sejumlah peristiwa penting dalam beberapa hari mendatang, termasuk pidato Powell dan keputusan ECB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...