Pada Kamis (24/10/2024), nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp15.586 per dolar AS, mencatat penguatan bersamaan dengan sejumlah mata uang Asia lainnya. Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar yang susut 0,20% ke level 104,22.
Penguatan Sejumlah Mata Uang Asia
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah menguat 0,27% atau naik 42,5 poin. Sejumlah mata uang Asia lainnya juga mencatatkan penguatan, seperti yen Jepang yang menguat 0,38%, dolar Singapura sebesar 0,23%, dan dolar Taiwan yang naik tipis 0,02%.
Selain itu, mata uang won Korea juga menunjukkan kenaikan sebesar 0,26%, disusul oleh yuan China dan baht Thailand yang masing-masing menguat 0,25% dan 0,27%.
Mata Uang yang Melemah
Namun, tidak semua mata uang Asia mencatat penguatan. Peso Filipina dan ringgit Malaysia mengalami pelemahan, masing-masing terkoreksi 0,05% dan 0,03%. Pergerakan ini mencerminkan adanya sentimen pasar yang beragam di kawasan Asia.
Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga The Fed
Menurut Direktur Laba Forexindo Berjangka, pergerakan rupiah yang menguat dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terkait kebijakan suku bunga The Fed. Ada peluang sebesar 88,9% bahwa Federal Reserve akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan November 2024, sementara ada 11,1% kemungkinan bahwa suku bunga akan tetap stabil.
Ekspektasi penurunan suku bunga ini didorong oleh kondisi ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan, yang memungkinkan The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya guna mendukung perekonomian.
Proyeksi Inflasi Indonesia oleh IMF
International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan inflasi Indonesia akan stabil di angka 2,3% hingga akhir 2024. Dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2024, IMF juga memperkirakan inflasi Indonesia di tahun 2025 akan sedikit naik ke level 2,5%.
Sementara itu, inflasi global diperkirakan mencapai 3,5% pada akhir tahun 2025, sedikit di bawah rata-rata 3,6% yang tercatat antara tahun 2000 hingga 2019.
Pertumbuhan Ekonomi Global dan Komitmen Bank Indonesia
IMF juga memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan tetap stabil di kisaran 3,2% pada tahun 2024 dan 2025. Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tetap terkendali dalam target 2,5% pada tahun 2024 dan 2025.
Prospek Perdagangan Rupiah
Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun dengan kecenderungan ditutup menguat. Nilai tukar rupiah diprediksi akan berada di rentang Rp15.540 hingga Rp15.600 per dolar AS.
Dengan kondisi ini, rupiah berpotensi mempertahankan momentum penguatannya, meskipun faktor eksternal seperti kebijakan The Fed dan perkembangan ekonomi global akan terus menjadi penentu utama pergerakannya di masa mendatang.
Komentar
Posting Komentar