Sebagian besar mata uang Asia mengalami pelemahan pada Kamis, sementara dolar AS tetap kokoh di dekat level tertinggi satu tahun. Keraguan atas kemungkinan penurunan suku bunga Federal Reserve pada Desember menjadi faktor utama yang membebani sentimen di pasar mata uang.
Penguatan Dolar: Efek Kebijakan Trump dan Suku Bunga
Ekspektasi Suku Bunga Federal Reserve
Indeks dolar stabil selama perdagangan Asia setelah sesi yang kuat sebelumnya. Sentimen didukung oleh meningkatnya keraguan tentang prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
- Data dari CME Fedwatch menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember turun menjadi 53,3%, jauh lebih rendah dibandingkan 85,7% sehari sebelumnya.
- Sementara itu, peluang untuk mempertahankan suku bunga naik menjadi 46,7%, dari hanya 14,3% pekan lalu.
Komentar dari Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu, yang menyoroti ketahanan ekonomi AS, memberi sinyal bahwa bank sentral memiliki lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan keputusan kebijakan berikutnya. Selain itu, data inflasi Oktober yang tetap tinggi semakin memperkuat narasi ini.
Dampak Kemenangan Trump
Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS awal November juga memberikan dukungan tambahan bagi dolar. Kebijakan Trump yang diperkirakan bersifat proteksionis dalam perdagangan dan imigrasi, serta cenderung inflasioner, menciptakan ekspektasi kenaikan harga yang mendorong penguatan dolar.
Ketegangan Geopolitik dan Data Ekonomi yang Ditunggu
Ketegangan global, termasuk hubungan Rusia-Ukraina, serta ketidakpastian langkah stimulus Cina, menambah tekanan pada pasar Asia. Beberapa data ekonomi penting yang ditunggu pekan ini:
- Purchasing Managers' Index (PMI) dari beberapa ekonomi utama seperti Jepang, Cina, Australia, dan India, yang akan memberikan gambaran tentang aktivitas bisnis di kawasan.
- Data klaim pengangguran AS yang akan dirilis Kamis malam, bersama sejumlah pernyataan dari pejabat Fed yang dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang.
Mata Uang Asia Tertekan
Yuan Cina
Yuan menjadi salah satu mata uang yang paling tertekan akibat kekhawatiran atas kebijakan perdagangan Trump, termasuk ancaman tarif impor yang tajam. Pasangan USDCNY stabil mendekati level tertinggi empat bulan, di tengah sinyal stimulus yang kurang menggembirakan dari Beijing.
Yen Jepang
Yen Jepang sedikit menguat pada Kamis, tetapi masih mengalami tekanan signifikan terhadap dolar selama Oktober dan November. Pasangan USDJPY turun 0,3% setelah melewati level 155 yen pekan ini.
Mata Uang Lainnya
- Dolar Australia (AUDUSD) naik 0,2% setelah mencapai level terendah hampir empat bulan pekan lalu.
- Won Korea Selatan (USDKRW) dan dolar Singapura (USDSGD) bergerak datar.
- Rupee India (USDINR) naik 0,1%, mendekati rekor tertinggi sekitar 84,6 rupee yang tercatat awal November.
Prospek dan Perkembangan yang Ditunggu
Fokus investor saat ini akan tertuju pada:
- PMI di Asia: Hasil ini dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kondisi bisnis di kawasan, khususnya di Jepang, Cina, Australia, dan India.
- Inflasi Konsumen Jepang: Data ini akan dirilis pada Jumat dan dapat memengaruhi pergerakan yen.
Tekanan terhadap mata uang Asia diperkirakan akan terus berlanjut, terutama jika dolar AS tetap kuat di tengah ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat dan risiko proteksionisme global di bawah pemerintahan Trump.

Komentar
Posting Komentar