Langsung ke konten utama

Mata Uang Asia Stabil Setelah Lonjakan, Dolar AS Melemah Pasca Pemangkasan Suku Bunga The Fed



Sebagian besar mata uang Asia stabil pada hari Jumat setelah mengalami lonjakan signifikan pada sesi sebelumnya, sementara dolar AS mengalami pelemahan setelah pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, yang sudah banyak diprediksi. Penguatan mata uang Asia ini mengimbangi sebagian besar kerugian mingguan sebelumnya, bahkan beberapa di antaranya mencatatkan kenaikan mingguan.

Pengaruh Pemangkasan Suku Bunga The Fed Terhadap Mata Uang Asia dan Dolar AS

Keputusan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, ke rentang 4,50% hingga 4,75%, memicu penurunan nilai dolar setelah mencapai puncak tertinggi dalam empat bulan. Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 sempat mendorong dolar ke level tinggi tersebut, karena kebijakan Trump diperkirakan akan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

Federal Reserve menyatakan bahwa pergantian kepemimpinan di AS tidak akan mempengaruhi kebijakan moneter dalam waktu dekat. Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa kondisi ekonomi AS cukup stabil, dan bank sentral kemungkinan akan melonggarkan kebijakan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Berdasarkan data CME FedWatch, pedagang memperkirakan peluang sebesar 76,5% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada Desember mendatang, dengan peluang 23,5% bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah.

Fokus Pada Stimulus Fiskal China: Yuan Dalam Posisi Rentan

Mata uang yuan China, yang sempat terpukul oleh penguatan dolar, sedikit melemah pada hari Jumat. Pasangan USDCNY naik 0,2% dan diperkirakan naik 0,4% sepanjang minggu ini. Fokus utama pasar saat ini adalah pada pertemuan Kongres Rakyat Nasional (NPC) China yang akan berakhir pada hari Jumat, di mana investor berharap ada sinyal lebih lanjut mengenai rencana stimulus fiskal Beijing.

Analis memperkirakan pemerintah China akan menyetujui setidaknya 10 triliun yuan ($1,6 triliun) untuk pengeluaran baru dalam beberapa tahun mendatang. Pertemuan NPC ini dilaksanakan setelah pemerintah China mengumumkan serangkaian langkah stimulus bulan lalu, namun tanpa spesifikasi mengenai waktu atau besaran anggarannya.

Pergerakan Mata Uang Asia Lainnya

Meskipun sebagian besar mata uang Asia melemah pada hari Jumat, mereka masih mencatat kenaikan kuat dari sesi sebelumnya setelah pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Yen Jepang menjadi pengecualian, dengan pasangan USDJPY turun 0,2%, menjauh dari puncak tiga bulan, setelah para menteri Jepang memberikan peringatan verbal terkait potensi intervensi di pasar valuta asing.

Dolar Australia (AUD) melemah 0,4% terhadap dolar AS, namun mencatat kenaikan mingguan mendekati 2%. Won Korea Selatan (KRW) juga menguat, dengan pasangan USDKRW naik 0,4%, sedangkan dolar Singapura (SGD) naik 0,1% terhadap dolar AS.

Sementara itu, rupee India menjadi yang paling lemah minggu ini, dengan pasangan USDINR melonjak ke rekor tertinggi di atas 84,4 rupee, dan tetap mendekati level tertinggi ini pada hari Jumat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...