Langsung ke konten utama

EUR/USD Menguat Saat Investor Mencerna Pernyataan Fed

 


Pasangan mata uang EUR/USD melonjak mendekati level 1,0400 selama sesi Eropa pada Kamis, setelah penguatan Dolar AS (USD) mengalami jeda menyusul reli tajam pada Rabu.

Dolar AS Tertahan di Dekat Level Tertinggi Dua Tahun
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, tetap bertahan di dekat level tertinggi dua tahun di atas 108,00. Dolar sebelumnya mendapatkan dorongan besar setelah Federal Reserve (Fed) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%-4,50%, sesuai ekspektasi.

Namun, perhatian pasar lebih tertuju pada sinyal dari Fed yang mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga pada 2025 akan lebih sedikit dari yang diperkirakan sebelumnya.

Revisi Proyeksi Suku Bunga Fed
Dalam grafik dot terbaru, Fed merevisi proyeksi jumlah pemangkasan suku bunga pada 2025 menjadi dua kali dari empat kali yang diantisipasi dalam pertemuan kebijakan moneter September lalu. Dalam konferensi pers, Ketua Fed Jerome Powell menyoroti ketidakpastian terkait inflasi, penurunan risiko terhadap pasar tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat pada paruh kedua tahun ini sebagai alasan kehati-hatian dalam pemangkasan suku bunga.

Powell juga menyebutkan bahwa "kami semakin mendekati tingkat suku bunga netral, yang menjadi alasan lain untuk lebih berhati-hati dalam menentukan langkah selanjutnya."

Proyeksi Inflasi yang Direvisi
Selain itu, Fed merevisi proyeksi untuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), ukuran inflasi pilihan Fed, menjadi 2,5% untuk 2025, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 2,2% dalam proyeksi ekonomi terbaru.

Dampak pada EUR/USD
Sikap Fed yang lebih berhati-hati menciptakan peluang bagi mata uang utama seperti Euro untuk menguat terhadap Dolar. Sementara kekuatan Dolar yang mereda memberikan ruang bagi EUR/USD untuk bergerak lebih tinggi, proyeksi inflasi yang lebih tinggi dan kebijakan moneter yang tetap ketat membatasi pergerakan signifikan.

Kesimpulan
Pasangan EUR/USD menunjukkan pemulihan yang solid di tengah jeda dalam reli Dolar AS, tetapi pergerakan jangka panjang tetap bergantung pada ekspektasi kebijakan Fed dan dinamika inflasi. Dengan perhatian pasar tertuju pada data ekonomi utama berikutnya, volatilitas tetap menjadi tema utama dalam perdagangan mata uang ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...