Pasangan mata uang AUD/USD berhasil keluar dari pola konsolidasi dua hari terakhir dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan di area 0,6330 pada penghujung minggu. Harga spot mempertahankan bias positifnya sepanjang sesi perdagangan Eropa, sementara para bull menantikan konfirmasi penembusan di atas Simple Moving Average (SMA) 50-hari untuk memproyeksikan kenaikan lebih lanjut di tengah pelemahan luas Dolar AS (USD).
Indeks USD (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun ke level terendah dalam sebulan. Penurunan ini didorong oleh spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas biaya pinjaman lebih lanjut tahun ini. Harapan tersebut semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Kamis, yang menyebutkan akan menuntut penurunan suku bunga segera. Sentimen ini, ditambah dengan suasana pasar yang positif, melemahkan daya tarik dolar sebagai aset safe-haven dan mendukung kenaikan AUD/USD.
Sentimen risiko global mendapat dorongan tambahan pada Jumat setelah Trump mengindikasikan preferensinya untuk tidak menggunakan tarif terhadap China dan mengungkapkan optimisme terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Komentar Trump juga meredakan kekhawatiran inflasi dan memicu penurunan lebih lanjut pada imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang menjadi faktor tambahan bagi pelemahan USD. Selain itu, aksi beli teknis di atas level 0,6300 turut mendukung penguatan intraday pasangan AUD/USD.
Dengan kenaikan terbaru ini, harga spot AUD/USD telah naik sekitar 200 pip dari level terendah sejak April 2020 yang disentuh awal bulan ini. Pasangan ini juga berada di jalur untuk menghentikan tren penurunan selama tiga minggu berturut-turut. Para pedagang kini mengalihkan perhatian mereka ke rilis data PMI AS yang akan dirilis pada sesi awal perdagangan Amerika Utara untuk mendapatkan katalis tambahan. Selanjutnya, fokus akan beralih ke data PMI resmi China pada Senin, yang diperkirakan akan memengaruhi sentimen terhadap mata uang Dolar Australia (AUD) yang dianggap sebagai proksi ekonomi China.

Komentar
Posting Komentar