Langsung ke konten utama

Saham Eropa Melemah, Sentimen Tertekan oleh Pembatasan Nvidia dan Laporan ASML

 


Pasar saham Eropa dibuka melemah pada Rabu (16/4) seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak pembatasan ekspor yang diberlakukan oleh pemerintah AS terhadap Nvidia Corp., serta laporan pesanan kuartal pertama ASML Holding NV yang jauh dari ekspektasi. Langkah ini menandai eskalasi terbaru dalam perang teknologi antara Washington dan Beijing, dan langsung memukul sektor teknologi di bursa Eropa.

Indeks Stoxx Europe 600 tercatat turun 0,9% pada pukul 08.15 waktu London, mematahkan tren kenaikan selama dua hari berturut-turut. Penurunan ini dipimpin oleh sektor teknologi, yang menjadi korban utama sentimen negatif menyusul larangan penjualan chip H20 buatan Nvidia ke China. Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari strategi Presiden Donald Trump untuk membatasi akses Tiongkok terhadap teknologi canggih buatan AS.

Saham ASML Holding NV, salah satu raksasa industri semikonduktor Eropa, tertekan tajam dan sempat jatuh hingga 7,6% setelah melaporkan angka pemesanan kuartal pertama yang jauh di bawah ekspektasi pasar. Perusahaan juga memperingatkan bahwa mereka belum bisa memperkirakan secara pasti dampak dari kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh pemerintah AS terhadap prospek bisnis mereka. Ketidakpastian ini memperbesar kekhawatiran investor bahwa tekanan geopolitik akan terus membebani sektor teknologi global.

Sementara itu, meskipun saham-saham Eropa sempat mencatat kinerja yang unggul dibandingkan S&P 500 pada kuartal pertama dalam denominasi dolar, performa tersebut kini mulai terganggu oleh ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS. Setelah sempat terpuruk hingga 17% dari rekor tertinggi bulan Maret, indeks Stoxx 600 memang berhasil memulihkan sebagian kerugian, tetapi volatilitas pasar tetap tinggi.

Philipp Lisibach, Kepala Strategi dan Riset di LGT Private Banking, mengatakan bahwa optimisme pasar dalam beberapa hari terakhir mungkin terlalu berlebihan. “Kami mulai melihat data yang membuat kami menggaruk kepala. Pasar terlalu cepat pulih tanpa pertimbangan risiko yang masih nyata, terutama dari sisi kebijakan dan geopolitik,” ujarnya.

Di tengah tekanan tersebut, terdapat sedikit kabar positif dari sektor konsumer. Saham Heineken NV naik 2,6% setelah melaporkan penurunan volume penjualan bir yang lebih kecil dari perkiraan. Meskipun momen Paskah yang datang terlambat sempat menekan permintaan di Eropa dan Amerika, kinerja perusahaan tetap lebih baik dari ekspektasi analis. Hal ini memberikan sedikit kelegaan di tengah suasana pasar yang diliputi kekhawatiran.

Secara keseluruhan, pelemahan saham-saham Eropa kali ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas investor terhadap dinamika geopolitik dan kebijakan proteksionisme. Ketidakpastian arah hubungan dagang AS–China serta potensi gangguan pada rantai pasok global diperkirakan akan terus membebani sentimen pasar dalam jangka pendek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...