Langsung ke konten utama

EUR/USD Tergelincir di Bawah 1.1400 di Tengah Penguatan Dolar AS, Namun Penurunan Terbatas

 


Pasangan mata uang EUR/USD kesulitan untuk memanfaatkan momentum kenaikan yang terjadi pada hari sebelumnya dan justru menarik penjual baru di sekitar level 1.1435 selama sesi perdagangan Asia pada hari Selasa. Penurunan intraday ini didorong oleh peningkatan signifikan dalam permintaan Dolar AS (USD), menyeret harga kembali di bawah level psikologis 1.1400 dalam satu jam terakhir.

Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Jumat telah meredam harapan akan pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat tahun ini. Faktor ini, ditambah dengan optimisme atas kelanjutan perundingan dagang AS-Tiongkok, mendorong para trader untuk mengurangi posisi bearish mereka terhadap USD. Hal ini menjadi pemicu utama tekanan pada pasangan EUR/USD. Meskipun demikian, dengan negosiasi yang berlanjut hingga hari kedua di London, para trader kemungkinan akan menahan diri untuk tidak menempatkan posisi directional yang agresif.

Lebih lanjut, para trader masih memperhitungkan kemungkinan yang lebih besar bahwa bank sentral AS akan menurunkan biaya pinjaman pada bulan September. Prospek ini, bersama dengan kekhawatiran mengenai kesehatan finansial pemerintah AS, dapat membatasi apresiasi USD lebih lanjut dan bertindak sebagai dukungan bagi pasangan EUR/USD. Sebaliknya, Bank Sentral Eropa (ECB) telah mengisyaratkan akhir dari siklus pemotongan suku bunga selama pertemuan yang diadakan minggu lalu. Ini bisa lebih lanjut menguntungkan mata uang bersama (Euro) dan berkontribusi dalam membatasi kerugian bagi pasangan mata uang ini.

Para trader juga kemungkinan akan menahan diri untuk tidak menempatkan taruhan agresif menjelang rilis data inflasi AS minggu ini. Oleh karena itu, akan lebih bijaksana untuk menunggu penjualan follow-through sebelum memposisikan diri untuk perpanjangan pullback terbaru dari sekitar level psikologis 1.1500, atau level tertinggi sejak 22 April yang disentuh minggu lalu. Dengan tidak adanya rilis makroekonomi yang relevan, baik dari Zona Euro maupun AS, pasangan EUR/USD akan tetap berada di bawah pengaruh dinamika harga USD.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...