Pasangan mata uang EUR/USD tergelincir ke sekitar 1,1595 pada sesi perdagangan Asia Jumat pagi, tertekan oleh rebound Dolar AS (USD) yang kembali menarik minat beli. Pelemahan Euro ini terjadi menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman kuartal II, yang dijadwalkan keluar pada hari yang sama. Namun, fokus utama pasar tetap tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell di Simposium Ekonomi Jackson Hole, yang dinilai krusial dalam menentukan arah kebijakan moneter AS.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Fed sempat menguat setelah laporan tenaga kerja AS bulan Juli menunjukkan hasil yang lemah, ditambah revisi signifikan ke bawah untuk data perekrutan Mei dan Juni. Kondisi ini sempat mendorong keyakinan bahwa Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan September. Namun, komentar hati-hati dari sejumlah pejabat Fed serta data ekonomi terbaru yang masih menyoroti risiko inflasi berhasil menahan ekspektasi tersebut, sekaligus memperkuat posisi Greenback.
Menurut data CME FedWatch Tool, peluang pasar terhadap pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada September kini sekitar 75%, turun dari 92% pada pekan sebelumnya. Penurunan probabilitas ini menandakan bahwa pelaku pasar mulai lebih realistis, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara tekanan inflasi dan pelemahan ekonomi.
Pidato Powell di Jackson Hole pada Jumat malam waktu GMT diperkirakan akan memberikan petunjuk apakah Fed benar-benar siap untuk memangkas suku bunga bulan depan. Namun, kemungkinan besar Powell akan menyampaikan bahwa bank sentral masih menunggu data inflasi dan ketenagakerjaan bulan berikutnya sebelum mengambil keputusan final. Jika Powell terdengar dovish, Dolar AS bisa kembali melemah, memberikan ruang bagi Euro untuk pulih. Sebaliknya, sinyal hawkish berpotensi menekan EUR/USD lebih dalam di bawah 1.1600.
Secara keseluruhan, pergerakan EUR/USD saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika ekspektasi kebijakan Fed. Investor menunggu kepastian dari pidato Powell, yang bukan hanya penting untuk arah Dolar AS, tetapi juga menjadi penentu jangka pendek bagi Euro, terlebih dengan latar belakang rapuhnya ekonomi Jerman sebagai motor utama kawasan Euro.
Sumber : newsmaker.id

Komentar
Posting Komentar