Harga perak naik 1% ke sekitar $38,30 per ons pada Rabu (13 Agustus), memperpanjang penguatan untuk sesi kedua berturut-turut. Kenaikan ini dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat terbaru yang semakin memperkuat ekspektasi pasar akan adanya pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan depan.
Data Inflasi AS Memicu Optimisme Pasar
Inflasi utama (headline inflation) AS pada Juli tercatat tetap di 2,7%, lebih rendah dari perkiraan kenaikan menjadi 2,8%. Sementara itu, inflasi inti (core inflation) naik menjadi 3,1%, level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Data ini memberi sinyal bahwa meskipun tekanan harga inti masih tinggi, inflasi secara keseluruhan belum cukup kuat untuk menunda langkah pelonggaran moneter.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan 94% peluang The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Bahkan, ekspektasi pasar juga mencakup kemungkinan pemangkasan tambahan sebelum akhir tahun. Bagi komoditas seperti perak, lingkungan suku bunga rendah biasanya menjadi katalis positif karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil.
Ketidakpastian Geopolitik Ikut Mendukung Harga Perak
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik turut memengaruhi pergerakan harga perak. Investor tengah menantikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pekan ini, yang bertujuan membahas perang di Ukraina. Namun, Gedung Putih menggambarkan pertemuan ini sebagai “sesi mendengarkan” bagi presiden, sehingga ekspektasi pasar terhadap tercapainya kesepakatan gencatan senjata signifikan menjadi rendah.
Kondisi ini membuat permintaan aset safe haven seperti perak tetap terjaga, terutama di tengah risiko geopolitik yang belum menemukan titik terang. Kombinasi pelemahan dolar AS, prospek pemangkasan suku bunga, dan ketidakpastian global menciptakan momentum bullish jangka pendek bagi harga perak.
Prospek Perak ke Depan
Jika The Fed benar-benar mengambil langkah pemangkasan suku bunga pada September, harga perak berpotensi menembus kembali area resistance psikologis di atas $39 per ons. Namun, sentimen pasar akan tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan data ekonomi AS selanjutnya, termasuk penjualan ritel dan klaim pengangguran mingguan yang dijadwalkan rilis akhir pekan ini.
Sumber : newsmaker.id

Komentar
Posting Komentar