Indeks Dolar AS (DXY) kembali melemah di bawah level 98,00 pada perdagangan Jumat. Penguatan tajam pasca rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang lebih tinggi dari perkiraan sehari sebelumnya hanya mampu membawa DXY hingga sekitar 98,35—batas atas kanal tren turun saat ini—sebelum kembali terkoreksi menuju area 97.
Sentimen risiko pasar membaik secara moderat seiring optimisme bahwa KTT Trump–Putin di Alaska hari ini dapat menghasilkan kemajuan menuju penyelesaian perang Ukraina. Prospek positif ini mendorong penguatan euro sekaligus menekan dolar AS. Sebelumnya, data PPI AS mencatat kenaikan terbesar dalam tiga tahun, menandakan bahwa dampak tarif impor mulai merembes ke inflasi. Lonjakan tersebut sempat mengangkat dolar dan meredam euforia pasar terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga cepat oleh Federal Reserve.
Namun, setelah efek data PPI mereda, pelaku pasar kembali fokus pada prospek kebijakan moneter. Data futures menunjukkan peluang lebih dari 90% untuk pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada September masih bertahan, memicu gelombang tekanan jual baru terhadap dolar. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun inflasi produsen meningkat, ekspektasi pelonggaran moneter tetap dominan di benak investor.
Agenda hari ini akan menjadi penentu arah selanjutnya bagi dolar AS. Rilis data penjualan ritel dan ekspektasi inflasi konsumen Universitas Michigan akan menjadi fokus utama. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mengangkat kembali DXY, sedangkan data yang lemah bisa mempercepat pelemahan menuju level support penting.

Komentar
Posting Komentar