Langsung ke konten utama

Harga Minyak Dunia Turun Setelah OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Moderat

 

Harga minyak mentah global melemah pada Selasa setelah mengalami kenaikan selama dua hari berturut-turut. Pelemahan ini terjadi menyusul keputusan OPEC+ untuk menaikkan kuota produksi secara moderat, sementara para pelaku pasar juga mencerna sinyal harga yang lebih rendah dari Arab Saudi dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Harga minyak Brent diperdagangkan di atas $65 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di bawah $62 per barel. Dalam pertemuan akhir pekan lalu, OPEC dan sekutunya — termasuk Rusia — sepakat menambah produksi sebesar 137.000 barel per hari mulai bulan depan. Namun, langkah ini diiringi keputusan Arab Saudi untuk mempertahankan harga jual resmi (official selling price/OSP) ke pasar Asia tetap stabil, langkah yang dianggap hati-hati dan mengejutkan banyak trader yang sebelumnya memperkirakan adanya kenaikan harga.

Selama Agustus dan September, harga minyak sempat mencatat penurunan beruntun, dipicu oleh kekhawatiran surplus pasokan global. OPEC+ selama beberapa bulan terakhir terus meningkatkan produksi dalam upaya merebut kembali pangsa pasar, meskipun produsen minyak dari benua Amerika juga memperluas kapasitas produksi mereka.

Analis memperingatkan bahwa tekanan terhadap harga minyak mungkin belum berakhir sepenuhnya. Edward Bell, Kepala Riset dan Ekonom Utama di Emirates NBD, menyebut bahwa kenaikan produksi OPEC+ yang direncanakan untuk November “masih cukup kecil,” namun pasar tetap akan mencermati tanda-tanda peningkatan stok minyak global yang bisa menekan harga lebih lanjut.

Di sisi lain, situasi geopolitik masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia terus dipantau dengan ketat karena berpotensi mengganggu pasokan minyak global jika eskalasi meningkat. Ketidakpastian geopolitik ini masih menjadi salah satu faktor yang menahan penurunan harga minyak lebih dalam.

Dari sisi korporasi, beberapa perusahaan energi besar mencatat pemulihan kinerja setelah periode volatilitas tinggi. Shell Plc melaporkan bahwa kinerja perdagangan minyak dan gasnya membaik pada kuartal ketiga, setelah sebelumnya tertekan oleh gejolak geopolitik. Sementara itu, Exxon Mobil Corp. menyebut bahwa margin pengolahan minyak (refining margins) meningkat pada periode yang sama, menambah sekitar $500 juta terhadap pendapatan kuartalannya dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Pada pukul 10:09 pagi waktu London, harga Brent untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi $65,21 per barel, sementara WTI untuk pengiriman November melemah 0,5% menjadi $61,41 per barel.

Dengan keputusan OPEC+ yang terbilang hati-hati dan harga jual Arab Saudi yang tetap konservatif, pasar minyak global kini bergerak dalam fase penyesuaian. Investor terus menimbang antara potensi peningkatan pasokan dan ketegangan geopolitik yang masih tinggi — dua faktor utama yang akan menentukan arah harga minyak dunia dalam beberapa minggu ke depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...