
Harga perak berhasil bertahan di atas level $48,5 per ons pada Jumat (31 Oktober), dengan potensi untuk menutup minggu ini sedikit lebih tinggi. Penguatan logam mulia ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, seiring meningkatnya volatilitas pasar global. Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat mengalami koreksi dari rekor tertingginya setelah terjadi aksi jual di sektor teknologi, yang menambah dorongan bagi investor untuk beralih ke aset pelindung nilai seperti perak dan emas.
Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve (The Fed) awal pekan ini memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember tidak akan dilakukan secara otomatis, melainkan bergantung pada data ekonomi yang masuk. Sikap hati-hati ini mencerminkan keinginan bank sentral untuk menjaga keseimbangan antara mendukung pertumbuhan dan mengendalikan inflasi. Di sisi lain, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menghasilkan beberapa konsesi perdagangan, meski tanpa kejutan besar yang mampu memberikan dorongan signifikan bagi pasar global.
Likuiditas di pasar perak juga menunjukkan perbaikan. Tingkat silver lease rate di London—indikator utama tekanan likuiditas—turun dari rekor tertingginya, menandakan bahwa tekanan pasokan mulai mereda. Kondisi ini membantu stabilisasi harga setelah sebelumnya pasar sempat mengalami lonjakan ekstrem akibat keketatan pasokan dan aktivitas short squeeze.
Awal bulan ini, harga perak sempat menembus rekor tertingginya sepanjang masa karena lonjakan permintaan mendadak dan terbatasnya pasokan fisik di London. Namun, reli tajam tersebut diikuti oleh aksi ambil untung (profit-taking) yang memicu koreksi harga. Kini, dengan tekanan likuiditas yang mulai berkurang dan pasar yang menunggu kejelasan arah kebijakan The Fed, harga perak cenderung bergerak dalam kisaran yang lebih tinggi dari rata-rata sebelumnya.
Secara fundamental, prospek jangka pendek perak tetap positif selama ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar saham terus meningkat. Kombinasi antara ekspektasi pelonggaran moneter terbatas, dinamika hubungan dagang AS–Tiongkok, serta permintaan industri dan investasi yang kuat akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah harga perak selanjutnya. Selama kondisi makroekonomi global belum menunjukkan stabilitas yang pasti, perak berpeluang tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari lindung nilai terhadap risiko pasar.
Komentar
Posting Komentar