Langsung ke konten utama

Pound Sterling Bergerak Hati-Hati Menjelang Keputusan Kebijakan Moneter BoE

Pound Sterling (GBP) diperdagangkan dengan hati-hati terhadap mayoritas mata uang utama pada Kamis menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang dijadwalkan pada pukul 12:00 GMT. Keputusan suku bunga kali ini diperkirakan akan diambil dengan pendekatan sangat berhati-hati, terutama di saat Kanselir Keuangan Inggris, Rachel Reeves, diperkirakan akan mengumumkan kenaikan pajak dalam Anggaran Musim Gugur (Autumn Budget) yang akan disampaikan akhir bulan ini.

Langkah tersebut diyakini sebagai upaya Reeves untuk menutup defisit fiskal sebesar £22 miliar dalam keuangan pemerintah Inggris. Ia juga diprediksi akan melanggar aturan yang ia tetapkan sendiri untuk tidak menaikkan pajak bagi pekerja serta menghindari pinjaman guna membiayai pengeluaran publik harian. Tekanan fiskal yang meningkat membuat ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi semakin sempit.

Pasar memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4%, dengan komposisi suara 6-3 dalam rapat kebijakan kali ini. Keputusan ini didorong oleh fakta bahwa tekanan inflasi Inggris masih jauh di atas target bank sentral sebesar 2%. Data terbaru Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris menunjukkan inflasi utama (headline) tumbuh stabil sebesar 3,8% secara tahunan pada September, sementara inflasi inti—yang tidak memasukkan harga pangan dan energi yang bergejolak—turun tipis ke 3,5% pada periode yang sama.

Namun, laporan Reuters mencatat bahwa pelaku pasar menilai terdapat peluang 1 banding 3 bahwa BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75% pada pertemuan kali ini. Meskipun peluang tersebut kecil, meningkatnya tanda-tanda perlambatan ekonomi dan tekanan fiskal yang tinggi membuat pasar lebih waspada terhadap kemungkinan perubahan arah kebijakan.

Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati pernyataan BoE terkait kondisi pasar tenaga kerja dan prospek penurunan tekanan harga. Dalam pertemuan kebijakan sebelumnya, BoE menegaskan bahwa tingkat inflasi diperkirakan mencapai puncaknya di sekitar 4% pada bulan ini. Oleh karena itu, setiap perubahan dalam nada komunikasi bank sentral akan menjadi sinyal penting bagi arah pergerakan Pound Sterling dan ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...