Langsung ke konten utama

USD/CHF Menunggu Vonis The Fed: Pasar Terjebak dalam Ketidakpastian Menjelang Keputusan Kebijakan

 

USD/CHF bergerak mendatar di kisaran 0.8050–0.8060 pada sesi Asia akhir Rabu, mencerminkan kondisi pasar yang memilih berhati-hati sambil menunggu keputusan kebijakan moneter The Fed pada pukul 19:00 GMT. Indeks Dolar AS (DXY) juga bergerak nyaris tanpa arah di sekitar 99.20, menandakan para pelaku pasar belum berani mengambil posisi besar sebelum arah suku bunga lebih jelas. Meskipun mayoritas percaya The Fed akan kembali memangkas suku bunga, ketidakpastian mengenai nada komunikasi dan proyeksi ke depan menahan volatilitas dolar.

Menurut CME FedWatch, peluang The Fed memotong suku bunga sebesar 25 bps ke kisaran 3.50%–3.75% pada pertemuan Desember mencapai sekitar 87.6%, yang berarti pemangkasan ketiga secara beruntun. Namun, pasar tidak berani mengharapkan nada yang terlalu dovish. Inflasi AS masih berada jauh di atas target 2%, sehingga The Fed diperkirakan tetap menjaga sikap hati-hati. Bahkan jika pemangkasan dilakukan, pesan yang disampaikan kemungkinan akan menahan ekspektasi terhadap penurunan suku bunga agresif pada 2026, menjaga persepsi bahwa inflasi masih memerlukan kewaspadaan tinggi.

Di sisi Swiss Franc, perhatian kini beralih ke pertemuan kebijakan Swiss National Bank (SNB) pada Kamis. SNB diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 0% meskipun CPI November nyaris tidak bergerak secara tahunan. Ketua SNB, Martin Schlegel, menegaskan bahwa ambang untuk kembali ke suku bunga negatif sangat tinggi mengingat dampak buruknya terhadap penabung dan dana pensiun. Sikap ini memperkuat ekspektasi bahwa SNB tidak akan melakukan perubahan signifikan dalam waktu dekat.

Kombinasi antara The Fed yang mungkin memangkas suku bunga namun tidak ingin terlalu dovish, serta SNB yang cenderung pasif dan berhati-hati, menciptakan kondisi konsolidasi bagi USD/CHF. Pasangan ini bergerak tanpa arah jelas karena pasar masih menunggu kejutan atau sinyal kuat dari kedua bank sentral. Untuk saat ini, volatilitas tetap terkendali, dan USD/CHF memilih bertahan dalam rentang ketat hingga keputusan resmi bank sentral memberi petunjuk arah berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...