
Nilai tukar dolar Australia melemah dan bergerak di sekitar level USD 0,668, mendekati posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Pelemahan ini mencerminkan perubahan sentimen pasar yang kini semakin ragu apakah Reserve Bank of Australia benar-benar akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, khususnya pada pertemuan Februari. Tekanan pada AUD meningkat seiring investor menilai ulang prospek kebijakan moneter Australia di tengah sinyal ekonomi yang mulai beragam.
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Februari kini turun signifikan menjadi sekitar 27%, jauh lebih rendah dibandingkan hampir 40% pada pekan sebelumnya. Meski demikian, pelaku pasar masih melihat kemungkinan pengetatan kebijakan dalam jangka menengah, dengan probabilitas sekitar 76% bahwa suku bunga akan dinaikkan paling lambat pada Mei. Perubahan ini menunjukkan pasar tidak sepenuhnya menghapus skenario kenaikan suku bunga, namun kini lebih berhati-hati dan bergantung pada data ekonomi terbaru.
Beberapa rilis data terkini menjadi alasan utama melemahnya keyakinan terhadap kenaikan suku bunga yang cepat. Inflasi bulan November tercatat sedikit melunak, sementara indeks kepercayaan konsumen mengalami penurunan, mengindikasikan berkurangnya tekanan harga dari sisi permintaan. Di pasar tenaga kerja, jumlah lowongan pekerjaan turun tipis sebesar 0,2% pada kuartal November, menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja tetap stabil namun tidak lagi terlalu panas. Kombinasi data ini memberi sinyal bahwa ekonomi Australia mungkin tidak memerlukan pengetatan agresif dalam waktu dekat.
Namun, tidak semua indikator bergerak melemah. Belanja rumah tangga pada November tercatat cukup kuat dan berpotensi menjadi penahan terhadap penurunan inflasi yang lebih tajam. Konsumsi yang tetap solid dapat menjaga tekanan harga bertahan lebih lama, terutama di sektor jasa, sehingga membuka kembali peluang bagi RBA untuk mengambil sikap yang lebih hawkish jika tren ini berlanjut.
Dengan kondisi tersebut, arah pergerakan dolar Australia dan keputusan kebijakan RBA kini sangat bergantung pada dua data kunci yang akan datang, yakni rilis inflasi kuartal keempat dan laporan ketenagakerjaan bulan Desember. Jika inflasi inti kuartal IV tercatat lebih tinggi dari perkiraan, tekanan bagi RBA untuk mempercepat kenaikan suku bunga dapat kembali menguat. Hingga kejelasan tersebut muncul, AUD diperkirakan tetap bergerak rentan dan sensitif terhadap setiap kejutan data ekonomi domestik.
Sumber : www.newsmaker.id
Komentar
Posting Komentar