
Nilai tukar euro terhadap dolar Amerika Serikat terus menguat untuk hari ketiga berturut-turut, dengan pasangan EUR/USD diperdagangkan di sekitar level 1,1730 dalam sesi Asia hari Rabu. Penguatan ini mencerminkan tekanan yang semakin besar pada dolar AS, yang melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap sikap Amerika Serikat terkait Greenland serta ancaman tarif baru terhadap negara-negara Uni Eropa. Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai ambisi Amerika atas Greenland dan rencana pengenaan tarif tambahan telah memperluas ketidakpastian ekonomi global dan mendorong investor menjauh dari aset berbasis dolar.
Hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa semakin memanas setelah Parlemen Eropa berencana menangguhkan persetujuan kesepakatan dagang dengan AS. Langkah ini dipicu oleh ancaman tarif 10% terhadap delapan negara Uni Eropa serta tarif ekstrem hingga 200% terhadap anggur Prancis, sebuah kebijakan yang secara langsung mengancam sektor ekspor utama Eropa. Situasi ini memperburuk sentimen pasar dan meningkatkan risiko perang dagang baru, yang pada akhirnya menekan dolar karena investor melihat meningkatnya potensi gangguan terhadap arus perdagangan dan pertumbuhan ekonomi AS.
Di tengah tekanan tersebut, pelemahan dolar sedikit tertahan oleh data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang masih kuat. Namun, bagi pasar valas, ketegangan geopolitik dan risiko kebijakan perdagangan memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan indikator ekonomi jangka pendek. Ketidakpastian tentang arah kebijakan luar negeri dan perdagangan AS membuat investor global lebih berhati-hati dalam memegang dolar, sehingga memberi ruang bagi mata uang lain, terutama euro, untuk menguat.
Sementara itu, euro mendapatkan dorongan tambahan dari data ekonomi Jerman yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Sentimen Ekonomi ZEW melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2021, menandakan meningkatnya optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi terbesar di Eropa tersebut. Sinyal positif ini memperkuat keyakinan bahwa ekonomi zona euro memiliki fondasi yang cukup kuat untuk bertahan di tengah gejolak global, sehingga meningkatkan daya tarik euro di mata investor internasional.
Kombinasi antara melemahnya dolar akibat ketegangan politik dan perdagangan Amerika Serikat dengan Eropa serta membaiknya sentimen ekonomi Jerman menciptakan momentum yang solid bagi euro. Dalam lingkungan pasar yang sarat ketidakpastian dan meningkatnya aversi risiko, euro tampil sebagai salah satu mata uang utama yang paling diuntungkan, mencerminkan pergeseran arus modal global menuju aset yang dianggap lebih stabil dan memiliki prospek ekonomi yang lebih jelas.
Komentar
Posting Komentar