
Pasar saham Hong Kong kembali melemah tajam pada perdagangan awal Jumat, dengan indeks utama anjlok 404 poin atau sekitar 1,5% ke level 26.488. Pelemahan ini memutus reli singkat selama tiga hari berturut-turut, seiring kontrak berjangka Amerika Serikat melemah drastis setelah aksi jual saham teknologi di Wall Street belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Tekanan eksternal ini langsung membebani sentimen investor regional dan mendorong aksi jual yang meluas di bursa Hong Kong.
Tekanan tidak hanya datang dari pasar global, tetapi juga dari dalam negeri. Saham-saham China daratan turun untuk sesi kedua berturut-turut, dibebani kekhawatiran berkelanjutan terhadap perlambatan momentum ekonomi China dan lemahnya permintaan domestik menjelang libur Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari. Kondisi ini menambah ketidakpastian, terutama bagi sektor-sektor yang sangat bergantung pada konsumsi dan aktivitas ekonomi musiman.
Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis data inflasi China untuk Januari, yang mencakup indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) pada pekan depan. Pada Desember, inflasi tahunan tercatat naik ke 0,8% secara tahunan, mendekati level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir. Namun, di sisi lain, harga produsen masih mengalami tekanan, dengan PPI turun 1,9% dan memperpanjang tren deflasi selama 39 bulan berturut-turut. Kombinasi inflasi konsumen yang lemah dan deflasi produsen yang berkepanjangan menegaskan tantangan struktural yang masih dihadapi perekonomian China.
Secara mingguan, indeks Hang Seng berada di jalur penurunan lebih dari 3%, yang berpotensi menjadi penurunan mingguan pertama dalam empat pekan terakhir. Meski demikian, sentimen pasar sedikit terbantu oleh aktivitas penawaran umum perdana (IPO) yang cukup kuat, memberikan secercah optimisme di tengah tekanan pasar yang dominan.
Pelemahan sektor terjadi secara luas, dengan sektor keuangan memimpin penurunan sekitar 2%, diikuti oleh sektor properti dan teknologi. Saham-saham berkapitalisasi besar mencatatkan kinerja terburuk, termasuk AIA Group yang anjlok 5,5%, Laopu Old turun 3,7%, Zijin Mining melemah 3,1%, SenseTime Group turun 3,0%, dan SMIC terkoreksi 2,2%. Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen risk-off masih mendominasi pasar Hong Kong, dengan investor cenderung menghindari eksposur besar hingga arah ekonomi global dan domestik menjadi lebih jelas.
Sumber : www.newsmaker.id
Komentar
Posting Komentar