
Pasar saham Jepang ditutup menguat pada Selasa, 24 Februari, dengan indeks utama Nikkei 225 naik 0,83% di Bursa Efek Tokyo. Kenaikan ini didorong oleh penguatan sektor properti, perbankan, dan tekstil, yang berhasil meningkatkan sentimen pasar secara keseluruhan. Arus beli kembali terlihat pada sejumlah saham kapitalisasi besar, menandakan minat investor terhadap aset berisiko mulai pulih di tengah stabilnya kondisi eksternal.
Di antara pergerakan paling menonjol, saham Furukawa Electric melonjak 15,32% ke level 26.910 dan mencatatkan level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Murata Manufacturing juga menguat signifikan sebesar 10,07% ke 4.045, menembus level tertinggi dalam tiga tahun. Sementara itu, Fujikura naik 10,00% ke 25.190 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Lonjakan saham-saham ini mengindikasikan pergeseran minat investor ke sektor siklikal dan emiten yang sensitif terhadap belanja modal, mencerminkan ekspektasi perbaikan aktivitas ekonomi.
Namun, tidak semua saham bergerak positif. Trend Micro anjlok 13,75% ke 4.906 dan menyentuh level terendah dalam lima tahun. Sumitomo Dainippon Pharma turun 9,47% ke 2.241, sementara Fujitsu melemah 8,73% ke 3.313, menjadi salah satu penekan utama indeks. Tekanan jual pada saham teknologi dan farmasi ini mencerminkan rotasi sektor, di mana investor mengalihkan dana dari saham defensif ke sektor yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi.
Secara keseluruhan, sentimen di Bursa Efek Tokyo menunjukkan bias positif. Sebanyak 2.076 saham ditutup menguat, melampaui 1.571 saham yang melemah, sementara 184 saham stagnan. Indeks Volatilitas Nikkei juga turun 7,95% ke 26,76, mencatatkan level terendah dalam satu bulan terakhir. Penurunan volatilitas ini mencerminkan meredanya permintaan lindung nilai di pasar opsi, sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas pasar jangka pendek.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah AS (WTI) naik 0,69% ke US$66,77 per barel, sedangkan Brent menguat 0,68% ke US$71,59 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka emas April turun 0,63% ke US$5.192,94 per ons, sejalan dengan pergeseran minat investor ke aset berisiko. Di pasar valuta asing, pasangan USD/JPY naik 0,22% ke 154,98 dan EUR/JPY menguat 0,17% ke 182,57. Indeks dolar AS berjangka juga naik tipis 0,10% ke 97,74, mencerminkan stabilitas dolar di tengah dinamika pasar global.
Kenaikan indeks Nikkei 225 hari ini menegaskan optimisme yang kembali tumbuh di pasar saham Jepang, terutama pada sektor properti dan keuangan yang sensitif terhadap siklus ekonomi. Dengan volatilitas yang mereda dan rotasi sektor yang semakin jelas, investor kini memantau katalis berikutnya yang dapat memperkuat tren positif di pasar ekuitas Jepang.
Komentar
Posting Komentar