Langsung ke konten utama

Sentimen Dolar Menguat Berkat Warsh, USD/CHF Bertahan di Zona Hijau

Pasangan USD/CHF tetap bergerak stabil di sekitar level 0,7730 pada sesi Eropa hari Senin, 2 Februari, melanjutkan tren penguatan yang telah terbentuk sejak akhir pekan lalu. Pergerakan yang relatif tenang ini mencerminkan keseimbangan pasar, di mana dolar AS masih mendapat dukungan sentimen positif, sementara franc Swiss mempertahankan perannya sebagai aset defensif. Fokus utama tetap tertuju pada perubahan persepsi kebijakan moneter Amerika Serikat setelah munculnya figur baru dalam dinamika Federal Reserve.

Dolar AS masih mempertahankan momentumnya meskipun laju penguatannya mulai melambat. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat bergerak mendatar di dekat level tertinggi mingguan 97,33, menandakan bahwa permintaan terhadap greenback belum sepenuhnya surut setelah lonjakan sebelumnya. Stabilitas ini memberi fondasi yang cukup kuat bagi USD/CHF untuk bertahan di area positif tanpa volatilitas berlebihan.

Pemicu utama sentimen ini berasal dari pengumuman pada Jumat lalu, ketika Presiden Donald Trump secara resmi menominasikan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve berikutnya. Warsh dipersepsikan sebagai sosok yang mendukung dolar kuat dan cenderung tidak agresif dalam memangkas suku bunga. Pandangan tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa suku bunga AS dapat bertahan tinggi lebih lama, sehingga memberikan bantalan tambahan bagi nilai tukar dolar terhadap mata uang utama, termasuk franc Swiss.

Meski demikian, pelaku pasar mulai menahan diri seiring perhatian bergeser ke rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Januari yang akan dirilis pada Jumat dipandang krusial untuk mengukur ketahanan ekonomi AS sekaligus ruang gerak The Fed dalam menyesuaikan kebijakan. Saat ini, berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Maret.

Sebelum data NFP, sorotan jangka pendek tertuju pada rilis ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Senin pukul 15.00 GMT. Konsensus pasar memperkirakan indeks ini masih berada di wilayah kontraksi, namun sedikit membaik ke level 48,3 dari 47,9 pada Desember. Hasil ini berpotensi memengaruhi pergerakan dolar dalam jangka pendek, terutama jika memberikan sinyal yang lebih kuat atau lebih lemah dari ekspektasi.

Di sisi lain, franc Swiss tetap relatif stabil di tengah suasana pasar global yang cenderung berhati-hati. Kombinasi antara dolar yang masih kuat dan CHF yang defensif menjaga pergerakan USD/CHF tetap tertata dan tidak terlalu fluktuatif. Pasar tampaknya sedang menunggu katalis data berikutnya untuk menentukan arah yang lebih jelas, menjadikan pasangan ini berada dalam fase konsolidasi yang sehat di tengah dinamika makroekonomi global.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Nikkei Terus Tertekan?

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,34% ke 48.538 pada Rabu, sementara Topix turun 0,17% ke 3.246. Ini menjadi penurunan empat hari berturut-turut bagi pasar saham Jepang, dengan tekanan utama datang dari sektor teknologi yang kembali dihukum pasar akibat kekhawatiran valuasi yang dianggap terlalu tinggi. Kewaspadaan investor semakin meningkat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia, mengingat banyak perusahaan teknologi Jepang terintegrasi dalam rantai pasok global AI. Beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi beban bagi indeks, seperti Advantest (-0,6%), Lasertec (-2,2%), Disco Corp (-3,4%), Tokyo Electron (-2%), dan Hitachi (-1,5%). Pergerakan ini menegaskan bahwa sentimen sektor teknologi masih rapuh dan mudah tertekan oleh katalis negatif global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi domestik ikut menekan pasar, memberi sinyal bahwa biaya pendanaan dapat meningkat bagi perusahaan-perusahaan Jepang. Ketegangan diplomatik dengan China turut memperburuk suasana, me...

BOJ Tahan Suku Bunga, Perbedaan Tajam Internal Perkuat Sinyal Normalisasi Kebijakan

Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75% dalam pertemuan terbaru, namun keputusan kali ini membawa nuansa yang jauh lebih hawkish dibandingkan sebelumnya. Dari sembilan anggota dewan kebijakan, tiga di antaranya secara terbuka menyatakan perbedaan pendapat dengan mendorong kenaikan suku bunga menjadi 1,0%. Perpecahan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan internal terkait arah kebijakan moneter Jepang, sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kebijakan ultra-longgar mulai mendekati titik balik. Tekanan inflasi menjadi faktor utama di balik perubahan sikap tersebut. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memperkuat tekanan harga domestik, mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk mempercepat normalisasi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Jepang tidak lagi sepenuhnya kebal terhadap gelombang inflasi global, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral dalam menjaga stabilitas harga. Revisi proyeksi inflasi inti juga me...

Mengapa Dolar AS Tiba-Tiba Menguat Lagi? Ini Faktor Utama Pendorongnya

Indeks dolar Amerika Serikat kembali menguat ke area 98 pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan sepanjang pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang kembali mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Pasar menilai peluang tercapainya solusi diplomatik masih sulit tercapai setelah konflik berlangsung selama sekitar 10 minggu tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Sentimen pasar berubah lebih defensif setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian. Trump bahkan menyebut proposal tersebut sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima,” memperkuat pandangan bahwa negosiasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Iran sempat menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sebagai bagian dari upaya negosiasi. Namun, Iran dilaporkan ...